25 September 2017
Alarm 03:30 wib seperti biasa berbunyi,
saya yang sedang menginap di kosan Boss Ayu langsung bangun, tahajud, sahur,
mandi, subuh dan bersiap menuju kampus. Sebelum sampai di kampus Boss Ayu minta
mampir di warung untuk beli obat magh persiapan jika hal yang tidak diinginkan
terjadi. Tiba di Kampus rupanya teman-teman sudah banyak yang hadir dan baris
perkelompok di lapangan.
Setelah registrasi di lantai
satu saya bergegas menuju lantai dua mengambil travel bag yang kemarin malam sengaja ditinggal di kampus. Kemudian
masuk ke dalam barisan kelompok Umar ‘40. Saat tengah menghitung jumlah anggota
kelompok, Boss Ilham infokan bahwa kelompok Umar ’40 sudah lengkap..hmmm tapi
entahlah rasanya belum semua. Sampai akhirnya benar saja Boss Ihsan belum
berada di dalam barisan dan baru tiba di injury
time. Alhamdulillah kelompok Umar ’40 lengkap akhirnya dan kami langsung
menuju tronton milik TNI-AD yang baru saja tiba di jalanan depan Kampus.
Jujur saya memiliki ekspektasi yang
cukup tinggi mengikuti UU Camp ini, meski pada akhirnya..yaaa….alhamdulillah
semua kembali dengan sehat dan selamat..Insyaallah 😊. Terlalu akrabnya dengan dunia militer, outbond, pecinta alam dan organisasi (dahulu kala maksudnya) wajar saja kalau saya harapkan suatu yang lebih. Apalagi memang tahun lalu
keiatannya (batch #4) adalah Military Camp-kan (setahu saya)? Hehe
peace ahhh. Tapi sehebat apapun rencana A tak jarang akan berubah menjadi
rencana B atau bahkan C. Dan untuk saat ini saya rasanya lebih suka mengamati
ketimbang terjun dalam barisan..hmmm mungkin karena masanya sudah lewat
yaa…dulu…dulu banget…. Eaaaa. Satu hal paling berkesan yang tak terlupa bagi
saya adalah saat Business Camp di
hari ke-3. Saya menyebutnya Unforgettable
Moment.
Ternyata kami tiba di lokasi
Villa Permata jauuuuhhh lebih awal dari estimasi yang ada di rundown kegiatan (better-lah than late, isn’t
right?). Dan karena terlalu awalnya datang sepertinya segala sesuatunya
masih belum siap secara sempurna untuk menyambut kedatangan kami..uhuyy. Kami-pun lalu diminta memasuki villa sesuai list
nama yang tertera di depan kamar.
Rules-pun
mulai diberlakukan, kami dibariskan perkelompok dan diminta mengumpulkan barang
berharga kepada fasilitatornya masing-masing seperti Jam Tangan, Hand Phone,
Kartu Debit (hmmm mungkin ada yang bawa CC juga, tapi semoga tidak yaa) dan Uang Cash. Weww padahal klo ke gunung aja kita masih perlu bawa uang cash lho buat
beli pop mie, minuman dingin atau hangat klo tiba-tiba butuh di tengah
perjalanan (jiahhhh). Sementara, ini kita masih ada di peradaban manusia dan selama tiga hari
diminta tidak bersahabat dulu dengan mereka. Hiks koq rasanya agak-agak gimana
gitu yaa, sedih sih tapi prinsip saya ketika masuk ke dalam sebuah lingkungan Sami’na wa ato’na selama tidak ada
pelanggaran terhadap syariat insyaallah saya akan taat.
Setelah itu kami diperintahkan
memasuki Aula untuk acara pembukaan. Selain pihak Kampus ada juga 2 orang TNI-AD
berpangkat Praka (Prajurit Kepala) yang memperkenalkan diri dan
menginformasikan akan membimbing kedisiplinan kami selama UU Camp. Wuih seneng
dong..bakal seru nih camp..walau yaa..public
speaking si Bapak tidak terlalu baik (hehe peace). Tapi ahhh…kecewa..ternyata
si Bapak TNI-AD hanya hadir di jam makan siang hari ini saja.
Menurut saya sih biasa aja yaa
gaya makan ala tantara yang diperkenalkan kepada kami. Hanya laporan makan
secara militer kemudian diminta menghabiskan makanan dengan waktu singkat,
disuruh tukar makanan, dan menghabiskan makanan yang tersisa. Iya sih saya
nggak ikut proses tsb karena sedang berpuasa, tapi yaa klo saya sedang ikut pun
gak masalah, jadi heran kenapa banyak yang ngeluh dan mereka sih katanya
LAKI..what? LAKI? LAKI kok baru gitu aja ngeluh..zzzzzz. Banyak pelajaran lho
yang bisa di dapat dari gaya makan ala tantara tsb, yakni menghidupkan jiwa
korsa. menambah kedisiplinan, efisiensi waktu, dan ujian kesabaran hihi.
Cerita tentang suasana makan
siang tsb kami lakukan setelah Shalat Dzuhur yang kemudian disambung materi "Fiqh Muamalah" oleh Ust. M. Zein. Namun sayang materi yang ketjeh abis tsb baru
bisa beliau sampaikan sekitar pukul 14:30 wib (belakangan baru diketahui karena
ada kemacetan di depan TBN), sehingga sempat terpotong Shalat Ashar. Selain
itu, yang disayangkan pula karena posisi duduk kami yang seperti shaf shalat
(ikhwan didepan akhwat dibelakangnya) membuat kami para akhwat tidak leluasa
menyimak materi.
Materi yang Ust. M. Zein
sampaikan antara lain: Segala sesuatu pada prinsipnya boleh sampai ada dalil
yang mengharamkan; Allah halalkan jual beli dan haramkan riba (Q.S. 2:275);
Bisnis online jika tidak ada unsur riba, tidak ada yang di zhalimi maka
diperbolehkan; Beda riba dengan halal dapat dilihat dari sesi akadnya. Dsb.
Setelah materi Fiqh Muamalah,
kemudian kami dibagi menjadi 2 bagian untuk menyimak materi make over. Ikhwan tetap berada di aula
utama, sementara akhwat menuju aula dekat kolam renang. Materi ini dibawakan
oleh Miss Ly dengan judul "Ladies Personal
Care".
Isi materi yang beliau
sampaikan salah satunya adalah tentang bagaimana menjaga kebersihan dan
kesehatan sebagai bentuk syukur, antara lain dengan: Menjaga pola makan dan
minum; Menjaga kebersihan; Mandi; Menjaga kebersihan mulut dan gigi; Merawat
rambut; Tidak tabarruj dan berlebihan
dalam berhias.
Tiba saatnya untuk maghrib dan....dinnerrrrrrrr…yee alhamdulillah. Btw panitia seperti bingung antara ada atau
tidak-nya ta’jil, ya sudahlah gak terlalu penting juga buat saya, ada air
mineral segelas sudah cukup (Alhamdulillah), tapi kalau ada lebih ya nggak
nola-klah hehehe. Untuk dinner pertama ini ekspektasi saya dan teman-teman terrrrrrlalu
tinggi…eaaaaa...karena ketika kami datang ke tempat makan sudah tersedia prasmanan, yang kami kira disediakan untuk kami..hihi ternyata salah saudara-saudara..itu buat santri.. kita mah alhamdulillah tetap
makan nasi bungkus dengan satu jenis sayur dan satu jenis lauk (mantapz,
teladan sahabat Umar ini!).
Selain itu, panitia juga
menyiapkan teh manis hangat yang sepertinya memang disediakan untuk yang
berbuka puasa, namun mungkin karena koordinasi yang kurang baik justru
kebanyakan yang ambil malah yang tidak berpuasa. Tapi sih klo saya
kebagian, kebetulan dapat sisa-an (hahaha coz gak ada yang mau ambil lagi sepertinya)..karena
setelah teman-teman lainnya selesai dan keadaan tenang barulah saya, Boss
Rahayu dan Boss Farida ambil makanan dan minumannya. Alhamdulillah kami makan malam
dengan tenang dan khusyu.
Kemudian kami kembali lagi ke
villa untuk bersih-bersih dan persiapan shalat Isya juga menerima materi dari
Mr. Joss. Isi materi yang beliau sampaikan antara lain: Ikhlas itu berkualitas,
ikhlas dan berkualitas pasti berbalas; Belajar disiplin waktu dimulai dari
Shalat Subuh; Hargai setiap waktu yang kita miliki jangan sampai terbuang
percuma. Materi yang beliau sampaikan saat ini saya yakin banyak yang merasa
jleb termasuk saya, tapi terutama ikhwannya sepertinya karena beliau lebih
menitikberatkan memang bagaimana seharusnya menjadi seorang Ikhwan--seorang
Laki.
Setelah materi Mr. Joss
dilanjutkan sharing masing-masing kelompok dengan fasilitatornya dan kemudian
pembuatan yel-yel kelompok. Berikut yel-yel kelompok yang berhasil kami buat di
injury time:
Yel-Yel Umar ‘40
#
Misi-permisi kami mau lewaat
Umar ’40 mo jadi pengusaha
100 Juta kecil
1 Milyar kurang
1 Trilyun itu yang kami kejar
#
Umar Usman >>> JAYA
Umar Usman >>> JAYA
Umar Usman – Umar Usman
>>> JAYA-JAYA
#
Siapa kita ???
Biasa-biasa saja tapi MANTAP
>>> YESS!!!
#
UMAR ‘40
S_O_L_I_D >>> SOLID
Kami-pun kemudian kembali ke kamar masing-masing menuju pulau kapuk dengan berbagai keseruan
ribut sebelum tidur..haha..skip-skip..kalau nggak rempong bukan akhwat
namanya..bukan wanita..eaaa.
Dibangunkan oleh para
fasilitator sekitar pukul 03:30 wib sepertinya, kami bersiap untuk ke Aula
shalat Tahajud, Subuh dan Murajaah surat Ar-Rahman. Setelahnya kembali ke Villa
untuk persiapan Outbond. Yang uniknya ada sesi pengujian kostum Outbond oleh
para fasilitator, terutama bagi yang tidak menggunakan rok ataupun rok-celana, dan…nggak
sedikit yang ‘ngedumel’ tapi alhamdulillah tetap sami’na waato’na. Jadi, kalau
dirasa celana dan atau bajunya ‘ngepass’ ataupun ‘ngetat’ di badan yaa disuruh
ganti (serius gw suka gaya loe fasil..TOP!)
Dalam outbond kami bersaing
dengan semua kelompok, tapi kami diistilahkan memiliki saingan abadi selama
Outbond, yakni kelompok Umar 39 yang kalau tidak salah diketuai oleh Boss Ino. Jenis
permainan Outbond yang kami lakukan antara lain:
Blind Walk ~
Spider Web ~
Dance Stick ~
The Robots ~
Water Transfer ~
Get a Target ~
Where my position ~
Water bomb ~
Prinsipnya semua permainan outbond kelompok itu sama, yakni
mengenal masing-masing karakter anggota tim, menumbuhkan rasa persaudaraan dan
kerjasama, menimbulkan rasa kepercayaan dan kepekaan, membangkitkan daya juang
dan semangat rela berkorban.
Dari semua permainan kelompok
yang kami lakukan The Robots adalah
juaranya. Benar-benar semua kebermanfaatan permainan seperti yang saya sebutkan
dalam paragraf sebelumnya terasa didada. Love U all guys coz Allah..yeah kita
memang tidak kompak..tapi kita SOLID..Umar ’40.
Selepas Outbond kami rapi-rapi
bersih-bersih untuk persiapan Dzuhur dan materi singkat tapi jleb (lagi) dari Mr.
Joss, diantara point-point pentingnya yang teringat antara lain: Untuk akhwat
jika ingin membuat produk, buatlah yang berbasis keakhwatan dan berbasis rumah;
Jika akhwat sudah berusaha berbisnis namun tidak berhasil, yaa sudah tidak
perlu ‘ngoyo’, selama belum menikah seorang akhwat masih dalam tangungan
bapaknya tanggungan orang tua dan mahromnya, sementara jika sudah menikah maka
kan berpindah kepada suaminya; Ikhwan harusnya bersyukur jika memiliki istri
matre karena itu sebagai cambukan agar kalian dapat lebih giat berbisnis dan
berdo’a.
Materi berikutnya dilanjutkan
oleh Mr.Wendi Abdillah dengan judul “Hypnoselling I Believe”. Antara
lain membahas mengenai: Kenapa produk kita tidak laku?; Teknik Pacing (posisi
duduk, intonasi, konten); 7 effects (time, position, dress, partner, yes, wow,
don’t); Merubah penolakan jadi pemasukan; dan Pre Closed Question.
Setelah kedua materi tsb
dilanjutkan dengan Shalat Ashar, membahas performance batch #5, bersih-bersih
dan kemudian lanjut Shalat Maghrib yang dijamak dengan Shalat Isya (Akhirnya
memutuskan menjamak Shalat terutama karena ketidaktersediaan air bersih). Kegiatan
selanjutnya kami dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok yang pertama bermain games
simulator bisnis dan kelompok yang kedua menonton film inpiratif pengusaha
“JOY”
Film “JOY” ini asli keren abis
terlepas dari di sensornya beberapa adegan yang menurut pihak Kampus tidak
relevan untuk ditampilkan. Menceritakan tentang JOY seorang single mother yang harus membesarkan
kedua anaknya dan juga ‘mengasuh’ ibu kandungnya, suami yang telah
diceraikannya, dan ayah-nya yang juga telah bercerai dari ibunya.
Bermodal krayon anaknya, JOY
merancang desain kain pel-nya yang inovatif “Miracle Mop”. Inovatif-nya karena
kain pel tsb bisa digunakan tanpa perlu memeras dengan tangan dan apabila kotor, untuk membersihkannya cukup kain pel-nya di copot dari gagangnya dan dimasukkan
ke dalam mesin cuci. Praktis!
Poin pentingnya adalah
perjuangan jatuh-bangun-nya JOY melakukan produksi dan pemasaran produknya, hutang yang
bertumpuk, bahkan sebuah pengkhianatan. Hingga pada akhirnya dengan segala
ketekunan, kecerdasan, dan kesabarannya dia mampu bangkit dan menggapai tangga kesuksesan serta sebagai pembawa kesuksesan juga pada orang lain disekitarnya.
Sementara untuk Simulator
Bisnis sebenarnya saya cukup paham alurnya, hanya saja otak saya kok rasanya
tiba-tiba melamban saat itu untuk dipaksa berfikir (hah alasan!). Jadilah saya
sebagai penonton yang baik. Astaghfirullah…ckckckck.. Tapi tetap dong ada
pembelajaran yang dapat saya ambil, terkait kerja sama tim pastinya, penempatan
dan pendelegasian yang tepat, perhitungkan terhadap segala macam kemungkinan, tidak
menempatkan harta di satu tempat, dan miliki hubungan baik dengan setiap orang,
lembaga, ataupun perusahaan.
Kami-pun kemudian dikumpulkan
kembali dalam satu ruangan…dan persidangan percydukan-pun dimulai, beberapa
tertangkap tangan dan terdeteksi merokok yang ancamannya adalah SP 2 (Keren nih
peraturan! Dan semoga ini benar-benar konsisten dijalankan oleh pihak Kampus).
Miris??? pastilah..Ternyata
banyak sekali banci disini. Maafkan kalau diksi yang saya pilih kasar, karena
saya sangat-sangat-sangat-amat sangat benci yang namanya rokok. Bagi saya
pribadi mereka yang merokok tidak ubahnya seorang BANCI. Kalau mereka saja
tidak sayang sama diri sendiri, bagaimana mereka mau sayang dengan anak dan
istri. So ladies, sebelum kau putuskan terima pinangan seseorang pastikan bahwa
dia sudah bersih dari hal-hal negatif seperti rokok, minuman keras, dan judi.
Baiknya pilih yang mampu jaga Shalat Subuh-nya di masjid, kalau yang ini saja
sudah mampu dia jaga apalagi untuk menjaga diri dan anak kalian nanti..eaaaaa…(Lahh
jadi ngalor-ngidul pembahasannya saking gemesnya).
27 September 2017
Rasanya sudah lewat pukul
00:00 wib ketika kami masih berada di Aula dan menunggu kejujuran teman-teman
batch #5 yang tercyduk merokok (huwaaa rasa-nya kok kesel yaa hari gini masih
ada yang doyan rokok, situ banci hah hah hah???). Dan ternyata
jumlahnya..entahlah..mata saya sudah 5 watt..yang jelas satu shaf selebar aula
terpenuhi oleh mereka. Hingga akhirnya sekitar pukul 01.30 wib (info dari salah
satu fasil) kami baru dipersilahkan kembali ke kamar untuk beristirahat.
Bisa tidur? Harus bisa..yaa
minimal merem-lah secara ini bagian bawah mata yang memang sudah hitam
bisa-bisa tambah lagi dah panda-nya esok pagi. Klo nggak salah karena
kekecewaan fasil dan tim akademik kami akhirnya diminta mandiri oleh mereka
sampai kegiatan sarapan esok hari. Boss Rahayu dititipi sebuah jam tangan untuk
mengatur gerak langkah kami mengikuti rundown
yang ada.
Pukul 03:30 wib kami bangun
dan bersiap ke Aula untuk Tahajud, Tilawah, dan shalat Subuh, ada juga yang
sebagian sudah mandi. Sampai di Aula hampir jam 04:00 wib..dan Ikhwannya musti
di ‘gedor-gedor’ dulu untuk bangkit salah satunya agar bisa jadi Imam. Kalau diamati, sepertinya mereka tengah nunggu Boss Mukhlis (suaminya Boss Lusi) yang jadi Imam, makanya
pada nggak ada yang maju tapi alhamdulillah setelah menunggu beberapa menit
akhirnya ada yang maju juga.
Berada di shaf akhwat tentunya
saya tidak mengetahui pasti Boss siapa yang jadi Imam, meski belum sebaik Boss
Mukhlis dari sisi tahsin dan tajwidnya tapi keberaniannya maju sebagai Imam
patut diberikan apresiasi tersendiri, karena saya yakin banyak yang lebih fasih
dari beliau..tapi..tapi..yaa gitu deh yaa…(silahkan disimpulkan sendiri)
Setelah Tahajud, Subuh dan
Tilawah..mata benar-benar tak bersahabat. Di pimpin oleh Boss Rofi, dia memandu
teman-teman untuk persiapan performance batch #5 sore nanti. Kegiatan kemudian
dilanjutkan dengan bersih-bersih, olahraga, sarapan, dan games business challenge, nah ini yang paling ditunggu-tunggu oleh semua sepertinya.
Masing-masing kelompok dibagi
menjadi 3 kelompok kecil. Begitupun dengan kelompok kami Umar ’40. Kelompok
pertama ada Boss Ilham, Boss Fadli, Boss Rozi, dan Boss Widy. Kelompok kedua
ada Boss Ihsan, Boss Said, Boss Rahayu dan saya. Kelompok ketiga ada Boss
Munir, Boss Firas, Boss Fai, dan Boss Dewi. Dengan menaiki angkot dan
‘kalemnya’ kami semua ketika berada didalamnya tanpa terasa kami sudah berada
di lokasi sekitar Pasar Cipanas..hahaha dimana ini..belum pernah kesini sama
sekali saya..dan setelah berdoa, kami pun memisahkan diri per-kelompok kecil
sambil membuat janji pulang ke villa sama-sama lagi (hmmm janjiannya gimana
yaa..)
Saya, Boss Rahayu, Boss Ihsan,
dan Boss Said kemudian..hmmm..kemudian…haha bingung..mau kemana..yaa sudahlah yaa..jalan aja…jalan terus..yang penting gerak nggak diam..sampai akhirnya
kami masuk ke Pasar Cipanas..dan..ternyata itu pasar..masyaallah luar biasa
lowongnya haha..dan di luar ternyata tik..tik..tik..hujan mulai turun derasnya..bismillah
Yaa Rabb kepojokan sambil shalawat..hiks hiks kali ini saya harus bisa kalahin
mental block saya sendiri yang mungkin bagi sebagian orang sesuatu yang simple-sederhana,
tapi tidak untuk saya.
Akhirnya saya coba menghampiri
mbak-mbak yang sedang berada di sebuah toko untuk bantu jualkan tissunya..dan
ternyata di tolak karena dia hanya sebagai penjaga tokonya..ok baiklah..jawaban
diterima. Kemudian kami jalan..jalan..dan jalan lagi..sampai akhirnya ada
bapak-bapak penjual gorengan yang endess menurut saya, karena besar-besar,
bersih, rapi penataannya, dan yang pasti terlihat menggoda selera. Allah yang
Maha Menggerakkan Hati, entah bagaimana si Bapak mempercayakan semua barang
dagangannya kepada kami untuk dibantu-jualkan dan kami janjikan sekitar Zuhur akan kami
kembalikan. Ternyata di sebelah tanpa kami sadari Boss Rahayu sedang melakukan
negosiasi juga di Toko Payung.
Deal negosiasi
yang terjadi bersamaan akhirnya memisahkan kami untuk menjajakan gorengan dan
payung di tengah guyuran hujan yang syahdu, merdu, dan sendu..haiyahh melow sessionnya dimulai. Ahh aku selalu suka dengan
hujan…adem..tenang..dingin..dan lembut. Setelah keliling-keliling entah di
jalan apa namanya, akhirnya karena keterikatan hati yang sudah
terjalin..tsahh…kami saling dipertemukan dan menemukan kembali dengan anggota kelompok yang lain di sebuah SD..dan kami... jualan lagi
dong pastinya…Dalam hal ini Boss Rahayu ruarr biasa sabarnya presentasi..limited edition dah pokoknya.
Sampai akhirnya ketika
memasuki waktu dzuhur kami bergegas kembali ke pasar mengembalikan barang
dagangan kepada si empunya..Hihi profitnya gak seberapa sih kalau dilihat dari
nominal, tapi lumayanlah yaa bisa untuk kami berempat pulang dan ditambah membantu
kepulangan dua kelompok kecil Umar 40 lainnya, plus jangan lupa sedekahnya guys..jadi
yg tersisa..yaa segitu aja dah pokoknya
buat dilaporkan ke kampus…wkwkwkwk. Yang pasti Business Challenge ini benar-benar ruarrrrr biasa, ruarrrrr biasa
mengabaikan rasa malu dan yaaa itu sih terutama..huwahhh banget.
Sampai di Kampus kemudian kami
Shalat Dzuhur, makan siang dan kembali keAula untuk setiap perwakilan kelompok
melaporkan profitnya masing-masing, yang menarik sih waktu ada yang laporan
profitnya 1,5 rupiah..wewww usut punya usut penasaran dan kepo, yang dimaksud ternyata Rp 1.500,-
eaaa…bisa aja. Ada juga sih yang sampai target. Mantapz!!! Dan moment ini sepertinya harus disudahi ketika memasuki Ashar dan dilanjut dengan materi berikutnya.
“Menuju Indonesia Ber-Qur’an” masyaallah mantapz nian judul
materinya yang dibawakan oleh Ust. Syaidin. Tapi..tapi..tapi…ngantuk sangat
luar biasa..padahal duduknya termasuk di depan dan pinggir tengah lho (posisi favourit), yang ada
malah sambil pijet-pijetan sama Boss Farida yang duduk di depan saya dan Boss
Ika yang duduk di belakang saya…zzzzzz…jangan di contoh!
Saya baru antusias ketika
beliau bahas tentang metode menghapal Qur’an dengan menggunakan metode ritme
otak. Weww serupa sepertinya dengan metode yang saya ikuti pelatihannya tanggal
9 September lalu di Hotel Sofyan Inn Tebet. Dan tiba-tiba saya langsung
berazzam dalam hati (bukan nazar lho yaa, tapi azzam) semangat jadi pengusaha
muslim yang kaya berkah dan berlimpah. Kalau ternyata dalam jangka waktu satu
tahun ini belum bisa terpenuhi DNA-nya yuk ahh mondok aja bercinta dengan
Al-Qur’an sedalam-dalamnya…….Aamiiinnnnnnn..
Nah..nah..nah..setelah ini
acara yang ditunggu-tunggu oleh batch #5 dan para panitia sepertinya.
Performance batch #5..asyyyyikkk…dan dari sekian performance yang tampil, jujur saya paling menikmati beatbox yang dibawakan oleh Boss Iqbal dan Boss Ronald..TOP
dah!!!
Setelah performance kirain
dong yaa akan ada seru-seruan lainnya lagi..tapi saya salah besar
ternyata..Kenyataannya ada percydukan lagi..hah lagi??? Ya lagi…et
dah..bener-bener banyak yaa Banci di sini..zzzz. Semoga SP2 nya benar-benar
diberlakukan dan mereka segera bertobat. OK done! Ooo iya kami juga diminta menandatangani semacam surat komitmen gitu-lah 2 lembar..satu diserahkan ke kampus, satunya lagi kami simpan. Selain itu ada juga pembagian
award bulanan..Yeee Boss Rahayu menang..mantapz Boss Barokallah..dan juga
Boss-Boss yang lain selamat mempertahankan gelarnya 😉
Tibalah waktu Maghrib dan
setelahnya kami packing dan langsung
menuju lapangan untuk persiapan pulang dan pengembalian ghanimah haha. Alhamdulillah Hp mati euy..ada powerbank sihh tapi
yaa sekarat juga..Sudah yaa cukup sampai disini saja rasanya cerita ini, jangan
ditanya bagaimana keadaan saya bersama kelompok Umar ’40 ketika di dalam angkot
kembali…zzzz..tetap gokil dan serunya. Sayonara semua 😊