Jumat, 29 September 2017



Dismenor hari pertama itu rasanya koq selalu sesuatu yaa, melankolis utamanya. Sisi lain diri yang tak jarang coba disembunyikan meski tak jarang juga khilafnya. Kenapa? Karena klo melankolis itu identiknya dengan sifat manja dan cengeng. Sementara aku? Yaa enggaklah (insyaallah).

Bawaannya baper dan seharian pengen nulis untuk luapkan emosi, nulis sih nulis..harusnya nulis blog tugas kampus. Tapi yaa itu, malah bingung mo nulis apa. Pakai acara tiba-tiba amnesia segala, sampai nge-japri temen rundown 3 hari ngapain aja. Asli parah sampai segitunya.

Kalau udah dismenor rasanya kaya nggak jadi diri sendiri, seolah kaya ada orang lain yang mengendalikan diri, bawaannya males dan guling-gulingan. Nggak nafsu makan tapi pengen ngemil karena khawatir zalim sama diri sendiri.

Tapi terkadang ini jadi ajang muhasabah diri, merenung..apa saja yang sudah dilakukan selama satu bulan terakhir, adakah manfaat tercipta? Atau mudharat yang merajalela?

coretananissandi
       ~290917~

Personal (II)



Era teknologi..
Eranya yg jauh mendekat..
Dan yang dekat menjauh..

011017
Setelah ratusan purnama berlalu
Memutuskan 'tuk kembali menjauh

Bukan 'tuk memutuskan yang terhubung
Melainkan menciptakan hangatnya kerinduan

Berkumpul memang selalu menyenangkan
Tapi sejenak berpisah semoga tak jadi masalah

Ada banyak amanah yang harus ditinggal
Tapi banyak pula amanah yang harus dikejar

Sungguh-pun tak ingin ada di fase ini
Jika saja aku..bisa memilih..

coretananissandi
       ~290917~

UU Camp Batch #5 Kampus Bisnis Umar Usman

25 September 2017

Alarm 03:30 wib seperti biasa berbunyi, saya yang sedang menginap di kosan Boss Ayu langsung bangun, tahajud, sahur, mandi, subuh dan bersiap menuju kampus. Sebelum sampai di kampus Boss Ayu minta mampir di warung untuk beli obat magh persiapan jika hal yang tidak diinginkan terjadi. Tiba di Kampus rupanya teman-teman sudah banyak yang hadir dan baris perkelompok di lapangan.

Setelah registrasi di lantai satu saya bergegas menuju lantai dua mengambil travel bag yang kemarin malam sengaja ditinggal di kampus. Kemudian masuk ke dalam barisan kelompok Umar ‘40. Saat tengah menghitung jumlah anggota kelompok, Boss Ilham infokan bahwa kelompok Umar ’40 sudah lengkap..hmmm tapi entahlah rasanya belum semua. Sampai akhirnya benar saja Boss Ihsan belum berada di dalam barisan dan baru tiba di injury time. Alhamdulillah kelompok Umar ’40 lengkap akhirnya dan kami langsung menuju tronton milik TNI-AD yang baru saja tiba di jalanan depan Kampus.


Jujur saya memiliki ekspektasi yang cukup tinggi mengikuti UU Camp ini, meski pada akhirnya..yaaa….alhamdulillah semua kembali dengan sehat dan selamat..Insyaallah ðŸ˜Š. Terlalu akrabnya dengan dunia militer, outbond, pecinta alam dan organisasi (dahulu kala maksudnya) wajar saja kalau saya harapkan suatu yang lebih. Apalagi memang tahun lalu keiatannya (batch #4) adalah Military Camp-kan (setahu saya)? Hehe peace ahhh. Tapi sehebat apapun rencana A tak jarang akan berubah menjadi rencana B atau bahkan C. Dan untuk saat ini saya rasanya lebih suka mengamati ketimbang terjun dalam barisan..hmmm mungkin karena masanya sudah lewat yaa…dulu…dulu banget…. Eaaaa. Satu hal paling berkesan yang tak terlupa bagi saya adalah saat Business Camp di hari ke-3. Saya menyebutnya Unforgettable Moment.

Ternyata kami tiba di lokasi Villa Permata jauuuuhhh lebih awal dari estimasi yang ada di rundown kegiatan (better-lah than late, isn’t right?). Dan karena terlalu awalnya datang sepertinya segala sesuatunya masih belum siap secara sempurna untuk menyambut kedatangan kami..uhuyy. Kami-pun lalu diminta memasuki villa sesuai list nama yang tertera di depan kamar.



Rules­-pun mulai diberlakukan, kami dibariskan perkelompok dan diminta mengumpulkan barang berharga kepada fasilitatornya masing-masing seperti Jam Tangan, Hand Phone, Kartu Debit (hmmm mungkin ada yang bawa CC juga, tapi semoga tidak yaa) dan Uang Cash. Weww padahal klo ke gunung aja kita masih perlu bawa uang cash lho buat beli pop mie, minuman dingin atau hangat klo tiba-tiba butuh di tengah perjalanan (jiahhhh). Sementara, ini kita masih ada di peradaban manusia dan selama tiga hari diminta tidak bersahabat dulu dengan mereka. Hiks koq rasanya agak-agak gimana gitu yaa, sedih sih tapi prinsip saya ketika masuk ke dalam sebuah lingkungan Sami’na wa ato’na selama tidak ada pelanggaran terhadap syariat insyaallah saya akan taat.

Setelah itu kami diperintahkan memasuki Aula untuk acara pembukaan. Selain pihak Kampus ada juga 2 orang TNI-AD berpangkat Praka (Prajurit Kepala) yang memperkenalkan diri dan menginformasikan akan membimbing kedisiplinan kami selama UU Camp. Wuih seneng dong..bakal seru nih camp..walau yaa..public speaking si Bapak tidak terlalu baik (hehe peace). Tapi ahhh…kecewa..ternyata si Bapak TNI-AD hanya hadir di jam makan siang hari ini saja.



Menurut saya sih biasa aja yaa gaya makan ala tantara yang diperkenalkan kepada kami. Hanya laporan makan secara militer kemudian diminta menghabiskan makanan dengan waktu singkat, disuruh tukar makanan, dan menghabiskan makanan yang tersisa. Iya sih saya nggak ikut proses tsb karena sedang berpuasa, tapi yaa klo saya sedang ikut pun gak masalah, jadi heran kenapa banyak yang ngeluh dan mereka sih katanya LAKI..what? LAKI? LAKI kok baru gitu aja ngeluh..zzzzzz. Banyak pelajaran lho yang bisa di dapat dari gaya makan ala tantara tsb, yakni menghidupkan jiwa korsa. menambah kedisiplinan, efisiensi waktu, dan ujian kesabaran hihi.

Cerita tentang suasana makan siang tsb kami lakukan setelah Shalat Dzuhur yang kemudian disambung materi "Fiqh Muamalah" oleh Ust. M. Zein. Namun sayang materi yang ketjeh abis tsb baru bisa beliau sampaikan sekitar pukul 14:30 wib (belakangan baru diketahui karena ada kemacetan di depan TBN), sehingga sempat terpotong Shalat Ashar. Selain itu, yang disayangkan pula karena posisi duduk kami yang seperti shaf shalat (ikhwan didepan akhwat dibelakangnya) membuat kami para akhwat tidak leluasa menyimak materi.

Materi yang Ust. M. Zein sampaikan antara lain: Segala sesuatu pada prinsipnya boleh sampai ada dalil yang mengharamkan; Allah halalkan jual beli dan haramkan riba (Q.S. 2:275); Bisnis online jika tidak ada unsur riba, tidak ada yang di zhalimi maka diperbolehkan; Beda riba dengan halal dapat dilihat dari sesi akadnya. Dsb.

Setelah materi Fiqh Muamalah, kemudian kami dibagi menjadi 2 bagian untuk menyimak materi make over. Ikhwan tetap berada di aula utama, sementara akhwat menuju aula dekat kolam renang. Materi ini dibawakan oleh Miss Ly dengan judul "Ladies Personal Care".



Isi materi yang beliau sampaikan salah satunya adalah tentang bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan sebagai bentuk syukur, antara lain dengan: Menjaga pola makan dan minum; Menjaga kebersihan; Mandi; Menjaga kebersihan mulut dan gigi; Merawat rambut; Tidak tabarruj dan berlebihan dalam berhias.

Tiba saatnya untuk maghrib dan....dinnerrrrrrrr…yee alhamdulillah. Btw panitia seperti bingung antara ada atau tidak-nya ta’jil, ya sudahlah gak terlalu penting juga buat saya, ada air mineral segelas sudah cukup (Alhamdulillah), tapi kalau ada lebih ya nggak nola-klah hehehe. Untuk dinner pertama ini ekspektasi saya dan teman-teman terrrrrrlalu tinggi…eaaaaa...karena ketika kami datang ke tempat makan sudah tersedia prasmanan, yang kami kira disediakan untuk kami..hihi ternyata salah saudara-saudara..itu buat santri.. kita mah alhamdulillah tetap makan nasi bungkus dengan satu jenis sayur dan satu jenis lauk (mantapz, teladan sahabat Umar ini!).

Selain itu, panitia juga menyiapkan teh manis hangat yang sepertinya memang disediakan untuk yang berbuka puasa, namun mungkin karena koordinasi yang kurang baik justru kebanyakan yang ambil malah yang tidak berpuasa. Tapi sih klo saya kebagian, kebetulan dapat sisa-an (hahaha coz gak ada yang mau ambil lagi sepertinya)..karena setelah teman-teman lainnya selesai dan keadaan tenang barulah saya, Boss Rahayu dan Boss Farida ambil makanan dan minumannya. Alhamdulillah kami makan malam dengan tenang dan khusyu.




Kemudian kami kembali lagi ke villa untuk bersih-bersih dan persiapan shalat Isya juga menerima materi dari Mr. Joss. Isi materi yang beliau sampaikan antara lain: Ikhlas itu berkualitas, ikhlas dan berkualitas pasti berbalas; Belajar disiplin waktu dimulai dari Shalat Subuh; Hargai setiap waktu yang kita miliki jangan sampai terbuang percuma. Materi yang beliau sampaikan saat ini saya yakin banyak yang merasa jleb termasuk saya, tapi terutama ikhwannya sepertinya karena beliau lebih menitikberatkan memang bagaimana seharusnya menjadi seorang Ikhwan--seorang Laki.
Setelah materi Mr. Joss dilanjutkan sharing masing-masing kelompok dengan fasilitatornya dan kemudian pembuatan yel-yel kelompok. Berikut yel-yel kelompok yang berhasil kami buat di injury time:

Yel-Yel Umar ‘40
#
Misi-permisi kami mau lewaat
Umar ’40 mo jadi pengusaha
100 Juta kecil
1 Milyar kurang
1 Trilyun itu yang kami kejar
#
Umar Usman >>> JAYA
Umar Usman >>> JAYA
Umar Usman – Umar Usman >>> JAYA-JAYA
#
Siapa kita ???
Biasa-biasa saja tapi MANTAP >>> YESS!!!
#
UMAR ‘40
S_O_L_I_D >>> SOLID

Kami-pun kemudian kembali ke kamar masing-masing menuju pulau kapuk dengan berbagai keseruan ribut sebelum tidur..haha..skip-skip..kalau nggak rempong bukan akhwat namanya..bukan wanita..eaaa.

26 September 2017



Dibangunkan oleh para fasilitator sekitar pukul 03:30 wib sepertinya, kami bersiap untuk ke Aula shalat Tahajud, Subuh dan Murajaah surat Ar-Rahman. Setelahnya kembali ke Villa untuk persiapan Outbond. Yang uniknya ada sesi pengujian kostum Outbond oleh para fasilitator, terutama bagi yang tidak menggunakan rok ataupun rok-celana, dan…nggak sedikit yang ‘ngedumel’ tapi alhamdulillah tetap sami’na waato’na. Jadi, kalau dirasa celana dan atau bajunya ‘ngepass’ ataupun ‘ngetat’ di badan yaa disuruh ganti (serius gw suka gaya loe fasil..TOP!)

Dalam outbond kami bersaing dengan semua kelompok, tapi kami diistilahkan memiliki saingan abadi selama Outbond, yakni kelompok Umar 39 yang kalau tidak salah diketuai oleh Boss Ino. Jenis permainan Outbond yang kami lakukan antara lain:

Blind Walk ~
Spider Web ~
Dance Stick ~
The Robots ~
Water Transfer ~
Get a Target ~
Where my position ~
Water bomb ~

Prinsipnya semua permainan outbond kelompok itu sama, yakni mengenal masing-masing karakter anggota tim, menumbuhkan rasa persaudaraan dan kerjasama, menimbulkan rasa kepercayaan dan kepekaan, membangkitkan daya juang dan semangat rela berkorban.

Dari semua permainan kelompok yang kami lakukan The Robots adalah juaranya. Benar-benar semua kebermanfaatan permainan seperti yang saya sebutkan dalam paragraf sebelumnya terasa didada. Love U all guys coz Allah..yeah kita memang tidak kompak..tapi kita SOLID..Umar ’40.



Selepas Outbond kami rapi-rapi bersih-bersih untuk persiapan Dzuhur dan materi singkat tapi jleb (lagi) dari Mr. Joss, diantara point-point pentingnya yang teringat antara lain: Untuk akhwat jika ingin membuat produk, buatlah yang berbasis keakhwatan dan berbasis rumah; Jika akhwat sudah berusaha berbisnis namun tidak berhasil, yaa sudah tidak perlu ‘ngoyo’, selama belum menikah seorang akhwat masih dalam tangungan bapaknya tanggungan orang tua dan mahromnya, sementara jika sudah menikah maka kan berpindah kepada suaminya; Ikhwan harusnya bersyukur jika memiliki istri matre karena itu sebagai cambukan agar kalian dapat lebih giat berbisnis dan berdo’a.

Materi berikutnya dilanjutkan oleh Mr.Wendi Abdillah dengan judul “Hypnoselling I Believe”. Antara lain membahas mengenai: Kenapa produk kita tidak laku?; Teknik Pacing (posisi duduk, intonasi, konten); 7 effects (time, position, dress, partner, yes, wow, don’t); Merubah penolakan jadi pemasukan; dan Pre Closed Question.

Setelah kedua materi tsb dilanjutkan dengan Shalat Ashar, membahas performance batch #5, bersih-bersih dan kemudian lanjut Shalat Maghrib yang dijamak dengan Shalat Isya (Akhirnya memutuskan menjamak Shalat terutama karena ketidaktersediaan air bersih). Kegiatan selanjutnya kami dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok yang pertama bermain games simulator bisnis dan kelompok yang kedua menonton film inpiratif pengusaha “JOY”



Film “JOY” ini asli keren abis terlepas dari di sensornya beberapa adegan yang menurut pihak Kampus tidak relevan untuk ditampilkan. Menceritakan tentang JOY seorang single mother yang harus membesarkan kedua anaknya dan juga ‘mengasuh’ ibu kandungnya, suami yang telah diceraikannya, dan ayah-nya yang juga telah bercerai dari ibunya.

Bermodal krayon anaknya, JOY merancang desain kain pel-nya yang inovatif “Miracle Mop”. Inovatif-nya karena kain pel tsb bisa digunakan tanpa perlu memeras dengan tangan dan apabila kotor, untuk membersihkannya cukup kain pel-nya di copot dari gagangnya dan dimasukkan ke dalam mesin cuci. Praktis!

Poin pentingnya adalah perjuangan jatuh-bangun-nya JOY melakukan produksi dan pemasaran produknya, hutang yang bertumpuk, bahkan sebuah pengkhianatan. Hingga pada akhirnya dengan segala ketekunan, kecerdasan, dan kesabarannya dia mampu bangkit dan menggapai tangga kesuksesan serta sebagai pembawa kesuksesan juga pada orang lain disekitarnya.

Sementara untuk Simulator Bisnis sebenarnya saya cukup paham alurnya, hanya saja otak saya kok rasanya tiba-tiba melamban saat itu untuk dipaksa berfikir (hah alasan!). Jadilah saya sebagai penonton yang baik. Astaghfirullah…ckckckck.. Tapi tetap dong ada pembelajaran yang dapat saya ambil, terkait kerja sama tim pastinya, penempatan dan pendelegasian yang tepat, perhitungkan terhadap segala macam kemungkinan, tidak menempatkan harta di satu tempat, dan miliki hubungan baik dengan setiap orang, lembaga, ataupun perusahaan.



Kami-pun kemudian dikumpulkan kembali dalam satu ruangan…dan persidangan percydukan-pun dimulai, beberapa tertangkap tangan dan terdeteksi merokok yang ancamannya adalah SP 2 (Keren nih peraturan! Dan semoga ini benar-benar konsisten dijalankan oleh pihak Kampus).

Miris??? pastilah..Ternyata banyak sekali banci disini. Maafkan kalau diksi yang saya pilih kasar, karena saya sangat-sangat-sangat-amat sangat benci yang namanya rokok. Bagi saya pribadi mereka yang merokok tidak ubahnya seorang BANCI. Kalau mereka saja tidak sayang sama diri sendiri, bagaimana mereka mau sayang dengan anak dan istri. So ladies, sebelum kau putuskan terima pinangan seseorang pastikan bahwa dia sudah bersih dari hal-hal negatif seperti rokok, minuman keras, dan judi. Baiknya pilih yang mampu jaga Shalat Subuh-nya di masjid, kalau yang ini saja sudah mampu dia jaga apalagi untuk menjaga diri dan anak kalian nanti..eaaaaa…(Lahh jadi ngalor-ngidul pembahasannya saking gemesnya).

27 September 2017

Rasanya sudah lewat pukul 00:00 wib ketika kami masih berada di Aula dan menunggu kejujuran teman-teman batch #5 yang tercyduk merokok (huwaaa rasa-nya kok kesel yaa hari gini masih ada yang doyan rokok, situ banci hah hah hah???). Dan ternyata jumlahnya..entahlah..mata saya sudah 5 watt..yang jelas satu shaf selebar aula terpenuhi oleh mereka. Hingga akhirnya sekitar pukul 01.30 wib (info dari salah satu fasil) kami baru dipersilahkan kembali ke kamar untuk beristirahat.

Bisa tidur? Harus bisa..yaa minimal merem-lah secara ini bagian bawah mata yang memang sudah hitam bisa-bisa tambah lagi dah panda-nya esok pagi. Klo nggak salah karena kekecewaan fasil dan tim akademik kami akhirnya diminta mandiri oleh mereka sampai kegiatan sarapan esok hari. Boss Rahayu dititipi sebuah jam tangan untuk mengatur gerak langkah kami mengikuti rundown yang ada.

Pukul 03:30 wib kami bangun dan bersiap ke Aula untuk Tahajud, Tilawah, dan shalat Subuh, ada juga yang sebagian sudah mandi. Sampai di Aula hampir jam 04:00 wib..dan Ikhwannya musti di ‘gedor-gedor’ dulu untuk bangkit salah satunya agar bisa jadi Imam. Kalau diamati, sepertinya mereka tengah nunggu Boss Mukhlis (suaminya Boss Lusi) yang jadi Imam, makanya pada nggak ada yang maju tapi alhamdulillah setelah menunggu beberapa menit akhirnya ada yang maju juga.

Berada di shaf akhwat tentunya saya tidak mengetahui pasti Boss siapa yang jadi Imam, meski belum sebaik Boss Mukhlis dari sisi tahsin dan tajwidnya tapi keberaniannya maju sebagai Imam patut diberikan apresiasi tersendiri, karena saya yakin banyak yang lebih fasih dari beliau..tapi..tapi..yaa gitu deh yaa…(silahkan disimpulkan sendiri)

Setelah Tahajud, Subuh dan Tilawah..mata benar-benar tak bersahabat. Di pimpin oleh Boss Rofi, dia memandu teman-teman untuk persiapan performance batch #5 sore nanti. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bersih-bersih, olahraga, sarapan, dan games business challenge, nah ini yang paling ditunggu-tunggu oleh semua sepertinya.



Masing-masing kelompok dibagi menjadi 3 kelompok kecil. Begitupun dengan kelompok kami Umar ’40. Kelompok pertama ada Boss Ilham, Boss Fadli, Boss Rozi, dan Boss Widy. Kelompok kedua ada Boss Ihsan, Boss Said, Boss Rahayu dan saya. Kelompok ketiga ada Boss Munir, Boss Firas, Boss Fai, dan Boss Dewi. Dengan menaiki angkot dan ‘kalemnya’ kami semua ketika berada didalamnya tanpa terasa kami sudah berada di lokasi sekitar Pasar Cipanas..hahaha dimana ini..belum pernah kesini sama sekali saya..dan setelah berdoa, kami pun memisahkan diri per-kelompok kecil sambil membuat janji pulang ke villa sama-sama lagi (hmmm janjiannya gimana yaa..)

Saya, Boss Rahayu, Boss Ihsan, dan Boss Said kemudian..hmmm..kemudian…haha bingung..mau kemana..yaa sudahlah yaa..jalan aja…jalan terus..yang penting gerak nggak diam..sampai akhirnya kami masuk ke Pasar Cipanas..dan..ternyata itu pasar..masyaallah luar biasa lowongnya haha..dan di luar ternyata tik..tik..tik..hujan mulai turun derasnya..bismillah Yaa Rabb kepojokan sambil shalawat..hiks hiks kali ini saya harus bisa kalahin mental block saya sendiri yang mungkin bagi sebagian orang sesuatu yang simple-sederhana, tapi tidak untuk saya.

Akhirnya saya coba menghampiri mbak-mbak yang sedang berada di sebuah toko untuk bantu jualkan tissunya..dan ternyata di tolak karena dia hanya sebagai penjaga tokonya..ok baiklah..jawaban diterima. Kemudian kami jalan..jalan..dan jalan lagi..sampai akhirnya ada bapak-bapak penjual gorengan yang endess menurut saya, karena besar-besar, bersih, rapi penataannya, dan yang pasti terlihat menggoda selera. Allah yang Maha Menggerakkan Hati, entah bagaimana si Bapak mempercayakan semua barang dagangannya kepada kami untuk dibantu-jualkan dan kami janjikan sekitar Zuhur akan kami kembalikan. Ternyata di sebelah tanpa kami sadari Boss Rahayu sedang melakukan negosiasi juga di Toko Payung.

Deal negosiasi yang terjadi bersamaan akhirnya memisahkan kami untuk menjajakan gorengan dan payung di tengah guyuran hujan yang syahdu, merdu, dan sendu..haiyahh melow sessionnya dimulai. Ahh aku selalu suka dengan hujan…adem..tenang..dingin..dan lembut. Setelah keliling-keliling entah di jalan apa namanya, akhirnya karena keterikatan hati yang sudah terjalin..tsahh…kami saling dipertemukan dan menemukan kembali dengan anggota kelompok yang lain di sebuah SD..dan kami... jualan lagi dong pastinya…Dalam hal ini Boss Rahayu ruarr biasa sabarnya presentasi..limited edition dah pokoknya.



Sampai akhirnya ketika memasuki waktu dzuhur kami bergegas kembali ke pasar mengembalikan barang dagangan kepada si empunya..Hihi profitnya gak seberapa sih kalau dilihat dari nominal, tapi lumayanlah yaa bisa untuk kami berempat pulang dan ditambah membantu kepulangan dua kelompok kecil Umar 40 lainnya, plus jangan lupa sedekahnya guys..jadi yg  tersisa..yaa segitu aja dah pokoknya buat dilaporkan ke kampus…wkwkwkwk. Yang pasti Business Challenge ini benar-benar ruarrrrr biasa, ruarrrrr biasa mengabaikan rasa malu dan yaaa itu sih terutama..huwahhh banget.

Sampai di Kampus kemudian kami Shalat Dzuhur, makan siang dan kembali keAula untuk setiap perwakilan kelompok melaporkan profitnya masing-masing, yang menarik sih waktu ada yang laporan profitnya 1,5 rupiah..wewww usut punya usut penasaran dan kepo, yang dimaksud ternyata Rp 1.500,- eaaa…bisa aja. Ada juga sih yang sampai target. Mantapz!!! Dan moment ini sepertinya harus disudahi ketika memasuki Ashar dan dilanjut dengan materi berikutnya.

Menuju Indonesia Ber-Qur’an” masyaallah mantapz nian judul materinya yang dibawakan oleh Ust. Syaidin. Tapi..tapi..tapi…ngantuk sangat luar biasa..padahal duduknya termasuk di depan dan pinggir tengah lho (posisi favourit), yang ada malah sambil pijet-pijetan sama Boss Farida yang duduk di depan saya dan Boss Ika yang duduk di belakang saya…zzzzzz…jangan di contoh!

Saya baru antusias ketika beliau bahas tentang metode menghapal Qur’an dengan menggunakan metode ritme otak. Weww serupa sepertinya dengan metode yang saya ikuti pelatihannya tanggal 9 September lalu di Hotel Sofyan Inn Tebet. Dan tiba-tiba saya langsung berazzam dalam hati (bukan nazar lho yaa, tapi azzam) semangat jadi pengusaha muslim yang kaya berkah dan berlimpah. Kalau ternyata dalam jangka waktu satu tahun ini belum bisa terpenuhi DNA-nya yuk ahh mondok aja bercinta dengan Al-Qur’an sedalam-dalamnya…….Aamiiinnnnnnn..

Nah..nah..nah..setelah ini acara yang ditunggu-tunggu oleh batch #5 dan para panitia sepertinya. Performance batch #5..asyyyyikkk…dan dari sekian performance yang tampil, jujur saya paling menikmati beatbox yang dibawakan oleh Boss Iqbal dan Boss Ronald..TOP dah!!!



Setelah performance kirain dong yaa akan ada seru-seruan lainnya lagi..tapi saya salah besar ternyata..Kenyataannya ada percydukan lagi..hah lagi??? Ya lagi…et dah..bener-bener banyak yaa Banci di sini..zzzz. Semoga SP2 nya benar-benar diberlakukan dan mereka segera bertobat. OK done! Ooo iya kami juga diminta menandatangani semacam surat komitmen gitu-lah 2 lembar..satu diserahkan ke kampus, satunya lagi kami simpan. Selain itu ada juga pembagian award bulanan..Yeee Boss Rahayu menang..mantapz Boss Barokallah..dan juga Boss-Boss yang lain selamat mempertahankan gelarnya 😉

Tibalah waktu Maghrib dan setelahnya kami packing dan langsung menuju lapangan untuk persiapan pulang dan pengembalian ghanimah haha. Alhamdulillah Hp mati euy..ada powerbank sihh tapi yaa sekarat juga..Sudah yaa cukup sampai disini saja rasanya cerita ini, jangan ditanya bagaimana keadaan saya bersama kelompok Umar ’40 ketika di dalam angkot kembali…zzzz..tetap gokil dan serunya. Sayonara semua 😊

Personal (I)



Semenjak tugas blog dari kampus entah mengapa perlahan jarang buat status di media sosial lain, utamanya FB yang menjadi medsos tertuaku. Alasan utamanya lebih kepada privasi, aku suka media tulisan sebagai ungkapan segala bentuk emosional diri, entah itu bahagia, sedih, kecewa, marah atau lainnya.

Dan menulis di blog ini bagiku lebih privasi, yaa privasi..karena memang sengaja tidak ku share kecuali tentunya kampus, fasilitator, dan teman sekelompok di Umar 40 yang aku yakin mereka juga bukan tipe stalking (kecuali ngintip tugas blog wkwkwk). Privasi juga karena aku gak pernah show off nama lengkapku kecuali di blog ini. Rata-rata mereka hanya tau nama ku Anis Sandi atau Anis N Sandi (medsos) Husna (teman kantor) Nise (teman kuliah) Sina (teman SMAK) Vita (panggilan keluarga) dan Gendis (teman rohis).

Hari ini chat sama seorang teman yang gayanya absurd dan nyeleneh, well dia bilang klo aku tipe yang ketika serius, bercanda, dan ngambek semuanya sama. Komentar yang agak aneh sih yaa menurutku pribadi. Tapi gak berhak juga untuk disalahkan, toh kita nggak akan tau kita itu bagaimana klo orang disekitar kita nggak ngasih komentar ke kita kan?!

Tapi aku lagi mo bahas sedikit:
1. Serius : Nah klo yang ini emang bener, aku emang tipikal orang serius klo emang waktunya serius, dan aku akan bilang "aku mo ngomong serius..." (hmpf koq jadi meragukan yaa keseriusannha)
2. Bercanda : Seserius-seriusnya aku, aku lebih suka suasana yang cair dan gak monoton, meski aku nggak bisa stand up dan kadang garing, tapiii koq yaa mereka malah jadi pada ketawa..zzzz krik
3. Ngambek : Nah ini yang absurdnya, perasaan kita nggak pernah ada masalah soo ngapain juga harus ngambek, aku cuma bakal 'ngeliatin' sikap ngambek sama orang yang sudah aku percaya. Selebihnya jaga image dikitlah..hehehe..

Lebih lanjut komennya bilang klo aku susah ketebak orangnya. Wahh menarik nih, entah kenapa kalau sudah mengarah ke pembahasan terkait ilmu kepribadian aku jadi suka (hmmm mungkinkah salah pilih jurusan) sampai akhirnya penasaran dan nemu kuis di google tentang seberapa sulitnya kita ditebak.

Hahaha dan hasilnya jreng jreng 99% saya sulit ditebak...eaaa...tau gitu sekalian ikut casting film atau jadi pemain bola aja yaa...:D
Btw makasih lho teman infonya, jadi tambah referensi buat kedepannya bagaimana harus bersikap sama sekitar. Walau masih nggak percaya juga sih sama hasilnya :v

Karena klo bagi orang yang sudah kenal dekat mereka pasti kan bilang klo aku tipikal yang ekspresif, dan klo misal bohong atau nyembunyiin sesuatu pasti bakal ketahuan. So keep Istiqomah and stay classy!

coretananissandi
        ~290917~

Kamis, 28 September 2017

Ruang Hati (III)



Andai jujur seperti bubur
Tetap enak meski tak lagi rupa nasi

Tapi jujur..meski bagus rupanya
Tapi tak jarang sakit rasanya..

Dan ketika jemari hendak tuliskan
Berperanglah hati dan fikiran

Yang satu inginkan jujur
Satu lainnya berharap tak menyakiti

Lalu tertegun..
Menatap layar..kosong
Apa jemari putuskan???

Adakah menangkan fikiran?
Ataukah menjaga hati?

coretananissandi
       ~280917~


Sabtu, 23 September 2017

Ruang Hati (II)





Seringkali kata bermakna dua
Mentafsir sembarang
Sebabkan prasangka

Kalau-pun biola tergesek
Bukan sekedar indahnya suara
Tapi sayatan gesekan

Siang singkat menuju malam
Berubah tujuan lajuan
Gunung harapkan laut dihadapan

Memilu sembari memilu
Merajut kembali satu-persatu
Lelah 'tuk coba menyatu


Coretananissandi
        ~230917~

Jumat, 22 September 2017

BE-GO di Kampus Bisnis Umar Usman

Minggu ini adalah pekan ke-3 (tiga) matrikulasi di Kampus Bisnis Umar Usman. Rasanya waktu berjalan begitu cepat, dan kuliah yang hanya memakan waktu satu tahun sepertinya akan terasa bagai sebuah kedipan mata.

Tugas blog-pun dengan setia menanti untuk di garap. Nahhh…Kalau judul blog sebelumnya mengandung unsur kata GO-BLOCK, pada blog kali ini yang terpikir kata BE-GO (kaya gak ada kata lain aja :p). Terjemah bebasnya, Be ­= menjadi/tetap; dan Go = usaha/kekuatan; yang berarti tetap berusaha.




Ya, tetap berusaha. Mengambil kesimpulan dari para pemateri bahwa bisnis tak selamanya indah dan lancar jaya. Tapi akan ada saat dimana kita berada di bawah, merasa tertekan dan belum gerrrr rasanya klo belum pernah ditipu (huhuhu terdengar horor yaa?)

OK, Let’s say Basmallah please before read..
Bismillahirrahmaanirrahiim…

Matrikulasi Hari Ketujuh ~ DNA (Dream and Action Book) (by: Mr Ari owner Ayam Ciamik) ~




Ayam Ciamik..hmmm jujur saya juga tidak kenal dengan brand ini. Baru pertama kali saya mengetahuinya ketika matrikulasi (mungkin saya benar-benar kurang gaul yaa hehe). Lepas dari saya kenal brand-nya atau tidak, materi yang Mr. Ari sampaikan cukup menarik untuk disimak.

DNA – My Dream My Adventure – menjadi yel-yel yang beliau sampaikan selama materi berlangsung. Dan diantara kutipan kalimat yang beliau sampaikan diantaranya: Pastikan mimpi kita apa; Pastikan alasan apa kita putuskan jadi wirausaha; Bisnis itu aset bukan main-main asset; Mimpi itu mudah, action itu perlu tekad dan ilmu perlu jiwa yang juga harus dibuktikan.

Sementara dalam slide-nya beliau sampaikan bahwa ada 4 (empat) Tipe Wirausaha yakni: pembangun, spesialis, oportunis, dan inovatif. Dan dalam bisnis kita harus SMART (specific, measurable, achievable, rational, timeline)

Matrikulasi Hari Kedelapan ~ PEO (Pooling, Educating, Offering) (by: Mr Ippho Santosa) ~




Materi yang dibawakan Mas Ippho Santosa kali ini terasa lebih merasuk dalam hati dibanding sebelumnya. Apalagi kehadiran beliau yang memang tidak terjadwal namun ternyata mengisi full di jam kedua. WOW it’s amaze.

Terkait strategi bisnis PEO yang beliau sampaikan, bahwa P (Pooling) bisa dikiaskan dengan istilah UUD (Ujung-ujungnya data base) yakni pengumpulan sebanyak mungkin data calon pembeli secara legal. E (Educating) dimaksudkan memberikan pemahaman kepada konsumen tentang produk yang akan kita jual. O (Offering) yakni tahapan kita menawarkan produk yang kita jual kepada konsumen. Lakukan setiap langkahnya secara berurutan dan sempurna tanpa satu terlewat agar closing segera diraih. Selain itu, masih panjang penjabaran yang beliau sampaikan. Yang baru akan terasa grrrrrrrr-nya apabila kita langsung mendengarkan seminarnya (lha jadi semacam endorse hehe).

Setelah sempat sebelumnya Mr. Joss mengajak kami bermuhasabah di matrikulasi pekan ke-2 (dua), kali ini pun Mas Ippho Santosa lakukan hal yang sama. Dan kami? Ya setiap kali muhasabah terkait Why?-nya kami berda disini dan menyinggung tentang orang tua, pastilah rasa sensitive dan sisi melankolis kami keluar secara perlahan. Dan tissue? Ya tetap tidak tersedia tissuuuuu (huhuhuhu hiks).

Matrikulasi Hari Kesembilan ~ Wealth Concept in Islam (by: Mr Nasrullah) ~




Hari kesembilan kami kedatangan pemateri seorang Ustadz bernama Mr. Nasrullah yang WOW menurut saya, meski sempat telat kurang lebih 15’ tapi materi yang beliau sampaikan mampu meluluhlantakkan sedikit kekecewaan sebelumnya. Selain seorang ustadz beliau juga pengusaha properti dan penulis buku, diantara buku hasil karyanya antara lain “Magnet Rezeki”, “Rahasia Magnet Rezeki”, dan “Karyawaan juga bisa kaya”.

Beliau sampaikan bahwa sesungguhnya usaha itu tidak berhubungan dengan rezeki dan perihal takaran rezeki bisa di lihat di QS. 24 ayat 55 yang artinya “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhoi. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”

Salah satu jurus yang beliau ajarkan dari 41 jurus yang ada dalam magnet rezeki adalah mengenai Law of Projection, seperti cara kerja laptop yang dihubungkan ke proyektor kemudian tampil di layar. Laptop mewakili pikiran, proyektor mewakili akal, dan layar mewakili nasib. Intinya apapun yang kita pikirkan haruslah sesuatu yang positif agar ketika diproyeksikan memunculkan sesuatu yang positif juga.

Matrikulasi Hari Kesembilan ~ My Business Star (by: Miss Kiki financial partner) ~



Alhamdulillah akhirnya kedatangan lagi pemateri seorang akhwat bernama Miss Kiki, beliau adalah seorang Financial Partner yang aktif di channel FB dan Youtube dengan nama “KikauTalk”, selain itu beliau juga seorang penulis salah satu buku hasil karyanya adalah “Salihah Mom’s Diary”.

Di awal materinya beliau mempertanyakan kembali pada kami, “Apa arti bisnis dan uang?’

Yang kemudian dijelaskan oleh beliau yang intinya, bisnis dan uang adalah cara menuju Allah. Bisnis dan uang adalah perihal surga dan neraka. Bisnis dan uang bukan semata perihal modal tapi mental.
Selain itu ada kalimat menarik yang tampil di slide beliau sbelum materi berakhir,yakni:

If you want to make your dreams come true…
the first thing you have to do is wake up!


Terakhir sebelum berakhir



~~~Tanggal 17 September menjadi salah satu hari bersejarah bagi Fafilitator kami UU-40 yakni Mr. Rafli bersama Batch-4 yang lain, karena hari tsb adalah Hari Wisuda mereka. Wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjuangan namun awal dari sebuah perjalanan dengan banyaknya perjuangan yang siap menghadang. Semoga senantiasa dilimpahi kesehatan, rizki yang berlimpah dan berkah Mr. Rafli 😉

Jumat, 15 September 2017

Berbilang jam untuk-mu Rohingya



Sudah semingguan kurang lebih maklumat DPC 'tuk hadir dalam aksi damai bela Rohingya. Terlupa sudah berapa abad rasanya tidak mengikuti aksi serupa, bahkan ketika aksi fenomenal 212 berlangsung-pun tak dapat hadir. Ada perasaan iri rasanya tidak menjadi bagian didalamnya.

Kini aksi 169 itu tinggal berbilang jam untuk kami hadir dan berkumpul. Dan entahlah fokusku saat ini berada dimana. Sementara tugas kuliah pun sudah kuselesaikan kemarin 150917 sebelum deadline dipenghujung ahad ini.

Berbilang jam fisik dan mental 'tuk hadapi esok, semoga tidak terjadi chaos, semoga tetap bisa berlangsung damai dan tertib 'tak tersulut provokator yang biasa niatkan buruk pada aksi kami.

Kalau-pun hal buruk terjadi semoga bisa tercatat sebagai amal Jihad kami untuk membela agama-Mu membela para pengikut-Mu. Memberitahu kepada dunia tentang kekuatan dan keterikatan hati sebagai sesama Muslim.

Berjuang sendiri selalu 'tak lebih baik dibanding miliki teman se-visi-misi. Tahu kemana harus bergerak, tahu dimana saat harus diam. Adil dan bijak pengambilan keputusan. Tag-for-you teman sehidup sesurga yang entah dimana semoga besok kau baik saja..

coretananissandi
       ~160917~

Ruang Hati (I)


Aku menantang sepi-ku
Bergumul dengan hijauan dedaunan
Entah nampak adakah beda

Jika sudah menjadi arah
Siapa hendak mencegah

Aku menanti waktu-ku
Menghitung setiap denting di dekat
Mengabai rasa yang bersinggung

Jemari-pun paksa bergerak
Sejenak lupakan keheningan

Aku menari dimimpi-ku
Mengena gaun panjang menjuntai
Melewati pandang yang tertuju

Siapa tertunduk tersipu
Ada wibawa hadir bersahaja

coretananissandi
       ~150917~

Rabu, 13 September 2017

Jangan “GO-BLOCK” Jadi Mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman

Rasanya tidak berlebihan jika Kampus Umar Usman layak disebut sebagai Kampus Bisnis pilihan dan terbaik. Dengan jargon andalannya Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha”! Hmmm mudah yaa nampaknya jadi pengusaha, hanya butuh waktu satu tahun?! Tapi, yakin semudah itu?! Bisa..Insyaallah bisa..selama tetap ikhtiar, jaga resolusi langitnya dan jangan "GO-BLOCK"...wihh kata-katanya :D

By the way kata “GO-BLOCK” dalam Bahasa Indonesia bisa kita plesetkan atau kita baca “GOBLOK”, yang merupakan salah satu kosa kata dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang bermakna “Bodoh Sekali”. Pertanyaan yang kemungkinan timbul adalah..“GOBLOK” yang dimaksud seperti apa?


Yuk dibahas sedikit penjabarannya:

“GOBLOK” apabila ternyata setelah kuliah 1 tahun di Kampus Umar Usman kita tidak menjadi pengusaha, dan kemudian menyalahkan tim manajemen, tim akademik, dan juga para dosen di kampus. Please hindari mencari kambing hitam atas derita pribadi...eaaaaaa.

“GOBLOK” jika kita membayangkan yang indah-indahnya saja “Bisnis jalan pebisnisnya jalan-jalan”. Huwaaaa pengen...Sabar Boss semua akan indah pada waktunya, seperti yang sudah disinggung sebelumnya tergantung ikhtiar dan resolusi langit yang kita jalankan.

Sementara, untuk makna yang lain jika kata “GO-BLOCK” kita coba transliterasi per-kata-nya dalam Bahasa Indonesia. Go bisa berarti Usaha dan Block bisa berarti Menghalangi. Pemaknaan lebih luasnya adalah suatu usaha yang bertujuan untuk menghalangi. Widihhh menghalangi dari apa? Menghalangi, membatasi, ataupun menolak informasi dan pengetahuan-pengetahuan baru yang datang kepada kita.

Sementara dalam proses pembelajaran apalagi jika kita sebagai mahasiswa, sebaiknya jadilah seperti cangkir kosong jadilah pembelajar sejati. Hingga tiba saatnya nanti kita menjadi teko berisi, sang pengajar sejati yang juga masih akan terus belajar”.

Nah, agar kita tidak menjadi mahasiswa yang “GO-BLOCK” di Kampus Bisnis Umar Usman para pemateri di pekan kedua ini memberikan ilmu-ilmu terbaiknya. Berikut resumenya yang semoga bisa menjadi manfaat dan pembelajaran terbaik bagi kita semua.


Say Basmalah before read, please…
Bismillahirrahmaanirrahiim…

Matrikulasi Hari Keempat ~ Success Story of Beverage Business (by: Mr Danu Shofwan) ~



Jujur, saya sebelumnya tidak tahu apalagi mencoba minuman dari Raja Cendol. Saya baru mengetahui tentang Raja Cendol ketika saya mencari informasi mengenai Kampus Umar Usman untuk mendaftar dan menemukan infonya di blog para mahasiswa sebelumnya. Karena memang di sekitaran wilayah tempat saya tinggal, di mall-mall sekitar maupun tempat kerja saya sebelumnya tidak ada yang menjual (hmmm mungkin juga karena saya yang mainnya kurang jauh). Tidak penting sih saya tahu atau tidak tentang Raja Cendol, tapi menjadi penting ketika saya berpikir “bisa nih saya join untuk franchise-nya” (eaaa mulai berpikir peluang). Tapi masalahnya belum ada uangnya :D

Pembawaan beliau yang atraktif dan komunikatif menjadi daya tarik tersendiri selain kisah di balik perjuangan seorang Danu Shofwan merintis usaha Raja Cendolnya. Kreatif menjadi salah satu kepastian kunci suksesnya, karena semua variasi cendolnya bisa dibilang memiliki nama yang absurd dan membuat otak kita berpikir kemudian tertawa nyengir…hah koq bisa..




Bahkan materi bisnis yang beliau sampaikan-pun tidak kalah absurd-nya, seperti misalnya ketika beliau sampaikan tentang..
Jika mau sukses harus dimulai dari mana?
     Kloset ` Kalo boleh buka mindset `
     Kupret ` Kudu pake riset `
     Jambret ` Jangan lambret ‘

Matrikulasi Hari Keempat ~ Character for Business (by: Mr. Hepi Andi Bastoni) ~




Setelah 1 jam menunggu Alhamdulillah akhirnya Mr. Hepi datang juga di sesi kedua hari keempat. Kenapa beliau telat? Kami juga tidak mengetahui alasan pastinya karena tidak diinformasikan baik oleh beliau maupun fasilitator. Namun Alhamdulillah beliau informasikan dalam perjalannannya menuju kampus, beliau berhasil menjual buku terbitannya secara online (semoga bukunya bermanfaat dan menjadi amal jariyah ustadz..). Mencoba berkhusnudzon juga bahwa ketidaktepatan waktunya ada tugas dakwah lain yang lebih penting yang harus beliau selesaikan terlebih dahulu.

Materi yang beliau sharing mengenai Etika Bisnis Rasulullah, meliputi:
1. Memiliki pengetahuan tentang hukum jual beli
2. Jujur dan amanah
3. Menghindari sumpah dengan nama Allah
4. Disiplin waktu
5. Toleransi dan mempermudah customer
6. Berbisnis hanya yang halal
7. Rapi administrasi
8. Silaturahim
9. Banyak beristighfar dan berdoa
10. Membayar zakat dan banyak bersedekah

Matrikulasi Hari Kelima ~ Success Story of Culinary Business (by: Mr. Ghufron Syarif) ~



Saya hobi makan dan orang hobi makan itu biasanya hobi masak, masak sih tapi tetap lihat google panduannya. Ups! Meski hobi makan tapi saya tidak hobi jajan karena saya harus jaga berat badan agar tetap ideal (what? Am I sure? Haha not sure!). Jadi, mungkin karena itu juga saya gak kenal sama jajanan donat yang memiliki brand "Dino Donuts". Hmm Ok! Skip.. please forgive me, saya rasa saya kurang gahol!

Mr. Ghufron Syarif adalah ownernya, beliau seorang mantan bankir juga sama seperti saya. Tapi tentu saja basic keilmuan dan latar belakang keluarga yang berbeda. Bagi saya beliau sungguh luar biasa, lahir dari keluarga yang kaya dan berada namun tetap ingin berusaha menjadi kaya karena usaha dan hasil jerih payah kerja-kerasnya sendiri. Beberapa kali terjatuh dalam bisnis karena minimnya ilmu tak membuat beliau patah dan meredup justru semangat semakin berkobar.




Berdasarkan pengalaman-pengalamannya tersebut, beliau berhasil merumuskan formula bisnisnya dengan akronim EPIK yakni Evalusi, Perbaiki, Instropeksi, dan Komunikasi. Selain itu, pesan beliau dalam speech-nya “Jangan takut mulai, Jangan takut rugi memulai bisnis, dan bisnis yang jalan adalah bisnis yang memberi solusi”.

Matrikulasi Hari Kelima ~ Pengusaha Penghafal Al-Qur’an (by: Mr. Joss) ~




Pada sesi kali ini Mr. Joss mengajak kita menyanyikan Nasyid yang baru release di batch-5 ini. Serius ini nasyid keren, benar-benar menggetarkan jiwa dan semakin menumbuhkan kebanggan sebagai seorang Muslim. Berikut liriknya yang langsung dibuat oleh Mr. Joss sendiri:

*
Pengusaha penghafal Al-Qur'an
Di dadaku di penuhi iman
Allah jadi tujuan Rasul jadi teladan
Al-Qur'an menjadi panduan

Tilawah harian tak pernah ditinggalkan
Murajaah penguat hafalan
Memahami arti solusi kehidupan
Jadi kunci kejayaan Islam

Reff:
Pengusaha penghafal Al-Qur'an
Umar Usman
Pengusaha penghafal Al-Qur'an
Umar Usman
Pengusaha penghafal Al-Qur'an
Umar Usman

Bersama Allah raih kemuliaan
------------

Setelah sesi tersebut, rupanya beliau masih sempat juga menyelipkan sesi muhasabah yang membuat kami sebagian besar (sepertinya..) menitikkan air mata dan...tissu mana tissu..hiks-hiks kok nggak ada yang bawa sih...

Matrikulasi Hari Keenam ~ Sharing Alumni ~



Hari ini Alhamdulillah kami kedatangan enam alumni dan calon alumni mahasiswa Kampus Umar Usman dari ­Batch­-1 hingga Batch-4. Mereka sengaja dihadirkan dari lini bisnis yang berbeda-beda, agar wawasan kita semakin luas serta bisa memilah dan memilih mana kira-kira bisnis yang sesuai dengan passion ataupun bisnis yang dapat segera kita jalankan saat ini juga.

Boss AW ~ Bisnis sukses beliau saat ini dengan omset hingga Rp 800.000.000,- perbulan bisa diakses di “mangprangstore.com”. Kurangi tidur, terus belajar dan praktekkan menjadi kunci suksesnya.

Boss WAN ~ Berdasarkan pengalaman banyaknya bisnis yang dijalani, beliau berbagi tips agar kita dapat bantu untuk marketing UKM-UKM yang ada di pinggir-pinggir kota melalui informasi dari DISPERINDAG setempat.

Boss Ayu ~ Untuk sukses kita harus mampu bergaul dengan orang sukses, diantara tips yang beliau sampaikan diantaranya: Cari orang sukses ada dimana; Bagaimana cara mereka mau berteman dengan kita; Bagaimana mereka mau mengajarkan kita; Bagaimana cara mereka mau bekerjasama dengan kita; Bagaimana cara agar mereka kerja dengan kita.

Boss Salman ~ Setelah 12 bisnis yang dijalani sebelumnya, kacang mete menjadi fokus bisnis beliau saat ini. Mimpi kita yang jauh fokus kita sekarang menjadi motto semangat berbisnisnya.

Boss Ari ~ Beliau sukses berbisnis di bidang perbengkelan, bisnis yang tidak umum dijalankan oleh seorang perempuan. Buat action plan terbaik menjadi rahasia kesuksesannya.

Boss Ve ~ Semangat Ittihad­-nya luar biasa. Manusia tidak ada yang sempurna tapi event harus sempurna kata-kata indah yang beliau utarakan sebagai seorang leader dari EO "Oemar Event Planner".

Matrikulasi Hari Keenam ~ Entrepreneur Mindset (by: Mr. Arif Abdullah) ~



Penyampaian materi yang WOW menurut saya. Beliau menyampaikan dengan gaya yang bisa dibilang sedikit “nyeleneh” tapi saya suka, karena mengena, berbobot dan berisi, hanya sayangnya durasi tidak bekerjasama dengan baiknya.

Materi yang beliau sampaikan dan saya rasa perlu ada dalam blog ini, yakni mengenai Tujuh Karakter dan Perilaku Sang Entrepreneur:

1. Mengejar peluang dan memecahkan masalah dengan keterbatasan yang dimiliki (apapun kondisinya)
2. Ide, Bertindak/Memulai dan menuntaskannya
3. Masalah = Peluang
4. Tahu mana persepsi, mana esensi!
5. Umur, kecerdasan, jabatan tertinggi bukan penentu keberhasilan.
6. Fokus pada penuntasan masalah, bukan teori atau penyebab
7. Flexible, open minded dan adaptive

Di sela-sela materi beliau yang tampil di slide, ada kalimat-kalimat yang spontan beliau sampaikan dan menarik untuk saya simpan antara lain : Jatuh pasti tapi bangun lebih pasti; Jangan terjebak dengan tugas karena tugas menumbuhkan kedewasaan; Siapkan diri untuk gagal, tapi nanti bangkit lagi; Saat kamu bingung “You are on the right track”; Kalau rasa sakit tidak membuatmu meninggal, mungkin itu adalah obat untukmu.Wihhh tjakep !!!

Terakhir sebelum berakhir
~~~ Mohon maaf jika ada kata dan kalimat yang membuat tersinggung, hanya mencoba untuk jujur meski kadang jujur itu rasanya pahit...eaaaa..peace..keep istiqomah and stay syar'i :)