Kamis, 07 September 2017

Umar Usman Business School, WATASHI KIMASU!

Tahun ini menjadi tahun yang tidak akan saya lupakan selama hidup, karena di tahun ini saya memutuskan resign sebagai pegawai tetap dari sebuah Bank BUMN terbesar di Indonesia. Yang menjadi tanda tanya orang disekeliling saya tentunya adalah, apa yang akan dilakukan setelahnya:

Menikah ? (InsyaAllah kalau sudah waktunya) 
Sudah dapat pekerjaan lain ? (Saya bosan jadi pegawai)
Lanjut kuliah S2 ? (Belum terpikir untuk saat ini)

Dan yang membuat mereka tercengang adalah ketika saya katakan bahwa saya akan kuliah kembali tapi bukan S2 melainkan D1. Lalu muncullah lagi pertanyaan selanjutnya:

Kenapa harus D1, turun grade dong?
Kenapa nggak ambil S2 sekalian aja sih, sayangkan waktu dan biayanya?

Pada titik ini saya bersyukur menjadi orang Indonesia dimana satu sama lain saling memberi perhatian atas keadaan sekitarnya, asal jangan berlebihan saja perhatiannyan atau yang biasa kita kenal dengan istilah kepo. Dan melalui blog ini, saya coba jabarkan sedikit alasannya:



D1 yang saya ambil tidak sembarang D1, melainkan ini adalah D1 bisnis dengan biaya termahal di Indonesia menurut salah satu inisiatornya. Tentu harga tak akan membohongi kualitas (silahkan disimak di tulisan-tulisan saya berikutnya).

Kalau saya ambil S2 saya bingung apa yang akan saya lakukan setelah lulus nanti, karena saya sudah bosan menjadi pegawai. Namun, saya tetap menjadi ingin pribadi yang bermanfaat bagi diri dan orang banyak.

So, InsyaAllah keputusan terbesar yang saya ambil di tahun ini adalah keputusan terbaik untuk mendapatkan keridhoan dan keberkahan dari-Nya. Mengutip kalimat dari Bang Ippho Santosa bahwa sebaik-baik Visi adalah bertemu Allah SWT dan insyaAllah ini adalah salah satu kendaraan terbaik untuk menggapai Visi tersebut.

Segala sesuatu di dunia ini sudah tertulis di dalam Lauh Mahfuz dan saya yakin ini adalah takdirnya. Sejak kuliah S1 dulu saya ingin sekali menjadi bagian dari Media Republika dan Dompet Dhuafa. Namun karena satu dan lain hal tidak juga terpenuhi hingga Alhamdulillah meski lambat saya berhasil masuk didalamnya, karena Dompet Dhuafa lahir dari kesholehannya para karyawan Media Republika, sedangkan Dompet Dhuafa sebagai rahim dari lahirnya “Kampus Bisnis Umar Usman”.



Alhamdulillah perkuliahan tahun ini di mulai pada hari Senin 4 September 2017 yang masih merupakan Hari Tasyrik, karena di hari Jum’at 1 September 2017 Umat Islam baru saja merayakan Hari Raya Idul Adha 1438H. Pun tanggal 4 September 2017 adalah selang waktu satu pekan TMT saya resign dari kantor setelah pengajuan lebih dari 2 bulan yang lalu. Dan kini saya memasuki babak baru; New Life New Beginning at Umar Usman Business School sebagai Batch yang ke-5 (Lima) dengan jumlah mahasiswa lebih dari 200 orang. Allahu Akbar!!!

So, Apa sih Kampus Bisnis Umar Usman itu?
Silahkan buat yang masih penasaran bisa langsung kunjungi website resminya di www.sekolahumarusman.com

Seperti kampus lain yang mengadakan orientasi kampus kepada mahasiswanya, begitupun dengan Kampus Bisnis Umar Usman. Namun berbeda istilah yang digunakan, disini dikenal dengan istilah Matrikulasi yang berlangsung kurang lebih 1 bulan (Senin-Rabu setiap pekannya). Pengisi materi-pun adalah orang-orang yang ahli dibidangnya dengan berbagai kisah inspiratif yang selalu membuat saya dan rekan bersemangat mengikuti kegiatan matrikulasi ini.

Ilmu itu hanya akan bermanfaat apabila dikembangkan, disebarluaskan, dan dibagikan. Merugi tentunya bagi saya apabila dahsyatnya kegiatan Matrikulasi hanya saya pendam dalam memori alam bawah sadar. Jadi mari sama-sama kita belajar dan berbagi!

Siap? Kita mulai yaa! Bismillahirrohmaanirrohiim..



Sebelum memasuki ruang perkuliahan sudah menjadi ‘tradisi’ di Kampus Bisnis Umar Usman untuk lakukan dhuha terlebih dahulu yang dilanjutkan dengan pembacaan surat Ar-Rahman bersama-sama yang di pimpin oleh seorang fasilitator. Kemudian membaca peraturan kampus bersama dan yel-yel penyemangat.

Posisi menentukan prestasi – Datang lebih awal untuk dapatkan posisi terbaik menjadi sebuah keharusan tidak peduli siapa teman disebelahnya dan tidak perlu dengan istilah tag-tag-an, semuanya teman semuanya saudara :)


Matrikulasi Hari Pertama ~ Umar Usman Introduce (by Management Team) ~



Ibarat pepatah lama Tak kenal Maka Tak Sayang, pada sesi ini kami Batch 5 diperkenalkan dengan Tim Manajemen Kampus yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Tim Akademik, Tim Public Relations dan Tim Operasional serta tak lupa para fasilitator Kampus Bisnis Umar Usman. Kesemua mereka ini kami panggil dengan sapaan Mr/Mrs, dengan nickname-nya yang OK banget!

Jika di kampus lain biasanya sapaan kita ke rekan seangkatan hanya panggil nama atau dengan sapaan hormat/akrab seperti abang, mas, mbak, kakak. Berbeda dengan di Kampus Bisnis Umar Usman kami memanggil masing-masing dengan sapaan Boss, bahkan sapaan tersebut sudah mulai diperkenalkan sejak kami mulai proses pendaftaran.

Mungkin ada yang penasaran kenapa sih harus pakai istilah Mr/Mrs dan Boss??? Jawabannya singkatnya adalah Do’a. Seperti umum kita ketahui bahwa Mr/Mrs biasa dipergunakan dalam percakapan kepada “Bule” yang notabene-nya dalam masyarakat kita dianggap sebagai seorang yang memiliki strata atas dengan kemapanan tinggi. Sementara Boss tentu saja karena harapan kedepannya kita akan menjadi seorang Boss yang memimpin suatu perusahaan dengan omset tinggi dan penuh keberkahan. Aamiin!!!

Matrikulasi Hari Pertama ~ Spirit Umar Usman (by Ippho Santosa) ~



Ini dia yang paling ditunggu-tunggu oleh kami semua sejak jadwal matrikulasi keluar. Mas Ippho Santosa yang memang menjadi magnet tersendiri bagi sebagian besar mahasiswa untuk berkuliah di Kampus Bisnis Umar Usman. Seorang pengusaha, motivator, penulis dan berbagai peran lain didalam kehidupannya yang akhirnya menjadi role model generasi muda saat ini.

Matrikulasi Mas Ippho Santosa diawali dengan mengingatkan kembali kepada sosok Nabi Muhammad SAW dengan berbagai peran dikehidupannya yang merupakan suri tauladan terbaik bagi umat manusia. Pun bahwa kepemipinan yang hebat adalah ketika cara memimpinnya bisa diduplikasi oleh orang lain dan setelah pemimpin tsb tiada pengaruhnya masih terasa dan justru semakin membesar.

Selain itu yang masih teringat adalah ketika penyampaian beliau bahwa alasan pemilihan nama Kampus Bisnis Umar Usman jelas mengacu kepada dua sosok Entrepreneur terbaik sepanjang sejarah yakni Sahabat Umar bin Khattab dan Usman bin Affan. Spirit yang akhirnya lahir dari kedua sosok tsb yakni Itqan (teliti), Ikram (memuliakan orang lain),dan  Ittihad (bersama-sama). 

Matrikulasi Hari Kedua ~ (by Bapak Parni Hadi)




Di jadwal Matrikulasi yang kami terima, pada hari kedua tidak tercantum bahwa Bapak Parni Hadi selaku Ketua Pembina Dompet Dhuafa dan Ketua Pembina Umar Usman akan hadir memberi tausiyah singkatnya dengan dimoderatori oleh Mr Henz selaku Rektor Kampus Bisnis Umar Usman.

Menjadi sebuah keberuntungan tentunya bagi kami ketika sebelum Matrikulasi, fasilitator menginformasikan bahwa beliau akan hadir. Dan saat beliau hadir dengan gaya nyentrik-nya fokus kami-pun seolah tersihir. Arah mata dan tubuh kami lurus menatap beliau yang penuh semangat berapi-api,

 "Close your eyes and you see more..Close your mouth and you speak more..your ears and you listen more" 

"I am 69 years old but my spirit 29 years old", He is sayed..
Gemuruh tepuk-tangan-pun nampak riuh seketika tanpa perlu aba-aba.

Dan ketika beliau meminta pada kami untuk pejamkan mata sambil bergumam “Menjadi seorang pengusaha adalah profesi yang mulia” semakin meneguhkan spirit perjuangan kami untuk menjadi Pengusaha Muslim Muda yang Tangguh dan Berkarakter. Aamiin!!!

Matrikulasi Hari Kedua ~ Spirit Dompet Dhuafa (by Bapak Ismail A. Said)



Setelah Bapak Parni Hadi materi selanjutnya oleh Bapak Ismail A. Said selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Menariknya ketika beliau memperkenalkan diri sebagai seorang mantan Bankir (Give me five pak :D).

Spirit utama yang saya ingat ketika beliau sampaikan materi adalah ketika usaha beliau agar Dompet Dhuafa memiliki sebuah gedung di usia yang akan memasuki usia 20 tahun. Tanpa bernegosiasi panjang lebar ketika pemilik gedung menyatakan bahwa gedung akan dijual dengan harga Rp.35.000.000.000,- beliau langsung mengiyakan yang akhirnya membuat semua tercengang.

Ternyata cerita tak berhenti sampai disitu, bahwa kemudian beliau katakan, “Lantas berapa Milyar yang akan anda wakafkan kepada Dompet Dhuafa?”. Singkat cerita disepakatilah bahwa harga yang harus dibayarkan setelah wakaf adalah Rp.25.250.000.000,- Allahu Akbar!!! Bernegosiasi itu penting, tapi saling menjaga kehormatan seorang Muslim juga penting disinilah pembelajarannya.

Matrikulasi Hari Kedua ~ My Star Business (by Andreas Sanjaya) ~




Muda, Semangat dan Berprestasi adalah gambaran singkat dari sosok seorang Andreas Wijaya yang lebih senang dipanggil dengan “Mas Jay”. Membaca profilnya yang tampil di layar sungguh rasa takjub dengan segala perjuangan jatuh-bangun di masa mudanya dengan pencapaian Luar Biasanya saat ini.


Bisnis yang beliau jalankan basisnya adalah Startup atau aplikasi pada android.Baginya bisnis tidak sekedar mencari keuntungan semata tapi juga harus menebar kebaikan dan menghasilkan keberkahan.


Diawali dari sebuah kamar kos dengan empat karyawannya beliau memulai usahanya tsb sejak disemester 2 kuliahnya dibawah naungan benderanya yakni PT Badr Interactive yang pada tahun 2013 sempat tercatat sebagai 20 besar perusahaan teknologi terbaik. IGrow, Learn Quran, Yawme, Urban Qurban dan Teman Bisnis yang akan segera release adalah beberapa aplikasi berbasis android yang berhasil beliau kembangkan.


Pastikan memulai hari dengan Tahajud 8 rakaat, Shalat subuh tepat waktu dan menyelesaikan 1 juznya menjadi rutinitas tersendiri sebagai amalan yaumiyah-nya. Bahwa jika ingin beristirahat bukanlah dunia sebagai tempatnya, nanti di syurga akan terasa nikamat dengan segala kenikmatannya.

Matrikulasi Hari Ketiga ~ Character Detect (by Ibu Dina Kamilla Psi)



Pembelajaran terkait karakter selalu memiliki tempat tersendiri di hati saya, menarik! Karena sejatinya kita butuh waktu hampir sepanjang usia untuk mengenali diri kita sendiri, sementara kita (baca: manusia) adalah makhluk sosial yang setiap harinya butuh berinteraksi satu sama lain dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Materi Detect Character kali ini diisi oleh Ibu Dina Kamilla, Psi. Pada salah satu sesi beliau menyebutkan empat nama hewan, yakni Singa, Lumba-lumba, Panda, dan Kelinci. Beliau meminta kami untuk memilih salah satu dari ke-empat hewan tsb yang mewakili kepribadian yang kami miliki.

Seperti tes-tes kepribadian sebelumnya saya selalu ragu apakah diri saya termasuk Singa atau Lumba-lumba, karena kedua karakter tsb-lah yang saya rasakan kuat berada dalam diri saya. Sejenak berfikir dan mengingat-ingat kembali kebiasaan saya sehari-hari, maka saya putuskan Lumba-lumbalah jenis hewan yang mewakili kepribadian yang saya miliki.

Kenapa harus lumba-lumba akhirnya yang saya pilih?
Karena saya bukan termasuk orang yang berani ambil resiko tinggi. Iya memang, resiko pasti akan selalu kita temui tapi saya adalah orang yang perhitungan dalam pengambilan resiko. Saya harus pastikan saya tetap berada dalam posisi aman. Saya lebih menyukai sesuatu yang bebas dan tidak terikat, saya suka memasuki lingkungan baru dan berkumpul dengan orang baru. Selain itu, karena Lumba-lumba itu manis dan humanis.


Menariknya ketika Ibu Dina meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menyebutkan alasan jenis hewan yang dipilih, dan saya menyebutkan sesuai apa yang saya uraikan di atas. And you know what? Ibu Dina membenarkan alasan saya, dan berkali-kali di bahas bahwa memang itulah karakter kepribadian yang diwakili oleh Lumba-lumba. Yeah I got it akhirnya saya mulai bisa mengenali diri sendiri.

DISC (Dominant, Influence, Steadiness, Compliance). Ini adalah test karakter yang saat ini digunakan oleh Kampus Bisnis Umar Usman bekerjasama dengan Ibu Dina untuk membagi kami ke dalam kelompok-kelompok kecil dalam proses perkuliahan. Dimana sifat dari Singa mewakili karakter Dominant, Lumba-lumba mewakili karakter Influence, Panda mewakili karakter Steadiness, dan Kancil mewakili karakter Compliance.

Selesai seminar masih ada hal mengganjal yang saya ingin tanyakan terkait interaksi diantara keempat kepribadian tsb yang tidak sempat saya tanyakan karena waktu yang terbatas. Alhamdulillah Ibu Dina tidak langsung meninggalkan lokasi, beliau jelaskan bahwa dalam suatu kelompok sebaiknya hanya ada satu Singa, dalam artian satu Leader dengan kepribadian Dominant. Steadiness adalah jenis kepribadian yang paling bisa dan paling baik ketika berinteraksi dengan ketiga jenis kepribadian lainnya. Influence dan Compliance memiliki sifat yang bertolak belakang, lebih besar resiko ketidakcocokan.

Satu hal yang perlu diingat setelah proses tes kepribadian adalah, jangan melabeli diri kita dengan satu kepribadian tertentu, karena bisa jadi sesungguhnya kita (baca:manusia) memiliki semua kepribadian tersebut hanya saja persentasenya yang berbeda-beda. Dan mungkin saja seiring berjalannya waktu dan usia persentase tsb akan mengalami perubahan, maka seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa kita butuh seumur hidup kita untuk mengenali diri kita sendiri.

Matrikulasi Hari Ketiga ~ Deep Sharing Kelompok (by Fasilitator)



Jiwa kompetisi sejatinya sudah kita miliki jauh sebelum kita lahir ke dunia. Yakni saat sperma ayah saling beradu cepat menuju sel telur ibu yang selanjutnya akan terjadi proses pembuahan hingga melahirkan seorang anak manusia. Setelah lahir, kompetisi-pun akan semakin banyak dihadapi baik yang datangnya dari diri sendiri, orang lain maupun lingkungan yang selanjutnya akan membentuk mental dan jiwa kompetisi tersebut yang entah akan keluar sebagai seorang pemenang atau justru pecundang.

Lebih dari 200 mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman Batch ke-5 (Lima) saat ini yang tercatat, saling berkompetisi dan bersinergi untuk menunjukkan performance terbaiknya. Matrikulasi berjamaah sudah kami terima di dua hari sebelumnya, dan saat ini adalah waktunya kami dibagi perkelompok yang sudah dilakukan pembagiannya secara adil sesuai hasil tes DISC yang sudah kami lakukan sebelumnya. Entah bagaimana proporsinya, namun pasti ini adalah yang terbaik utamanya untuk melatih mental dan kepekaan sosial kita.

Ada yang bilang "Life begin 40". Dan begitupun dengan saat ini di sini, saya masuk ke dalam kelompok Umar 40 yang terdiri atas 8 orang Ikhwan dan 4 orang akhwat dengan Mr Rafly sebagai fasilitatornya yang merupakan alumni Batch ke-4 (empat). Semoga bisa saling mendukung dan bekerjasama dengan baik menciptakan kemanfaatan dan keberkahan bagi semesta. Aamiin ;)


Terakhir sebelum Berakhir
~~~ Hal yang masih terasa sulit adalah ketika harus menggunakan sepatu heels 5cm, yang akhirnya ketika harus menuju lantai 4 tanpa boleh menggunakan lift maka: Sepatunya ditenteng aja deh yaa (nyekerman) :p
~~~ Akhirul kalam..Sampai bertemu ditulisan berikutnya, keep istiqamah & stay classy :) Umar-Usman >>> Kaya Berkah Berlimpah 💪💪💪


2 komentar:

  1. Pengalaman kayaknya kalo nulis,jujurnya berasa jadi enak dibaca

    BalasHapus
  2. Iyalah pengalaman dikejar deadline di UU :D

    BalasHapus