Andai jujur seperti bubur
Tetap enak meski tak lagi rupa nasi
Tapi jujur..meski bagus rupanya
Tapi tak jarang sakit rasanya..
Dan ketika jemari hendak tuliskan
Berperanglah hati dan fikiran
Yang satu inginkan jujur
Satu lainnya berharap tak menyakiti
Lalu tertegun..
Menatap layar..kosong
Apa jemari putuskan???
Adakah menangkan fikiran?
Ataukah menjaga hati?
coretananissandi
~280917~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar