Jumat, 29 September 2017

UU Camp Batch #5 Kampus Bisnis Umar Usman

25 September 2017

Alarm 03:30 wib seperti biasa berbunyi, saya yang sedang menginap di kosan Boss Ayu langsung bangun, tahajud, sahur, mandi, subuh dan bersiap menuju kampus. Sebelum sampai di kampus Boss Ayu minta mampir di warung untuk beli obat magh persiapan jika hal yang tidak diinginkan terjadi. Tiba di Kampus rupanya teman-teman sudah banyak yang hadir dan baris perkelompok di lapangan.

Setelah registrasi di lantai satu saya bergegas menuju lantai dua mengambil travel bag yang kemarin malam sengaja ditinggal di kampus. Kemudian masuk ke dalam barisan kelompok Umar ‘40. Saat tengah menghitung jumlah anggota kelompok, Boss Ilham infokan bahwa kelompok Umar ’40 sudah lengkap..hmmm tapi entahlah rasanya belum semua. Sampai akhirnya benar saja Boss Ihsan belum berada di dalam barisan dan baru tiba di injury time. Alhamdulillah kelompok Umar ’40 lengkap akhirnya dan kami langsung menuju tronton milik TNI-AD yang baru saja tiba di jalanan depan Kampus.


Jujur saya memiliki ekspektasi yang cukup tinggi mengikuti UU Camp ini, meski pada akhirnya..yaaa….alhamdulillah semua kembali dengan sehat dan selamat..Insyaallah ðŸ˜Š. Terlalu akrabnya dengan dunia militer, outbond, pecinta alam dan organisasi (dahulu kala maksudnya) wajar saja kalau saya harapkan suatu yang lebih. Apalagi memang tahun lalu keiatannya (batch #4) adalah Military Camp-kan (setahu saya)? Hehe peace ahhh. Tapi sehebat apapun rencana A tak jarang akan berubah menjadi rencana B atau bahkan C. Dan untuk saat ini saya rasanya lebih suka mengamati ketimbang terjun dalam barisan..hmmm mungkin karena masanya sudah lewat yaa…dulu…dulu banget…. Eaaaa. Satu hal paling berkesan yang tak terlupa bagi saya adalah saat Business Camp di hari ke-3. Saya menyebutnya Unforgettable Moment.

Ternyata kami tiba di lokasi Villa Permata jauuuuhhh lebih awal dari estimasi yang ada di rundown kegiatan (better-lah than late, isn’t right?). Dan karena terlalu awalnya datang sepertinya segala sesuatunya masih belum siap secara sempurna untuk menyambut kedatangan kami..uhuyy. Kami-pun lalu diminta memasuki villa sesuai list nama yang tertera di depan kamar.



Rules­-pun mulai diberlakukan, kami dibariskan perkelompok dan diminta mengumpulkan barang berharga kepada fasilitatornya masing-masing seperti Jam Tangan, Hand Phone, Kartu Debit (hmmm mungkin ada yang bawa CC juga, tapi semoga tidak yaa) dan Uang Cash. Weww padahal klo ke gunung aja kita masih perlu bawa uang cash lho buat beli pop mie, minuman dingin atau hangat klo tiba-tiba butuh di tengah perjalanan (jiahhhh). Sementara, ini kita masih ada di peradaban manusia dan selama tiga hari diminta tidak bersahabat dulu dengan mereka. Hiks koq rasanya agak-agak gimana gitu yaa, sedih sih tapi prinsip saya ketika masuk ke dalam sebuah lingkungan Sami’na wa ato’na selama tidak ada pelanggaran terhadap syariat insyaallah saya akan taat.

Setelah itu kami diperintahkan memasuki Aula untuk acara pembukaan. Selain pihak Kampus ada juga 2 orang TNI-AD berpangkat Praka (Prajurit Kepala) yang memperkenalkan diri dan menginformasikan akan membimbing kedisiplinan kami selama UU Camp. Wuih seneng dong..bakal seru nih camp..walau yaa..public speaking si Bapak tidak terlalu baik (hehe peace). Tapi ahhh…kecewa..ternyata si Bapak TNI-AD hanya hadir di jam makan siang hari ini saja.



Menurut saya sih biasa aja yaa gaya makan ala tantara yang diperkenalkan kepada kami. Hanya laporan makan secara militer kemudian diminta menghabiskan makanan dengan waktu singkat, disuruh tukar makanan, dan menghabiskan makanan yang tersisa. Iya sih saya nggak ikut proses tsb karena sedang berpuasa, tapi yaa klo saya sedang ikut pun gak masalah, jadi heran kenapa banyak yang ngeluh dan mereka sih katanya LAKI..what? LAKI? LAKI kok baru gitu aja ngeluh..zzzzzz. Banyak pelajaran lho yang bisa di dapat dari gaya makan ala tantara tsb, yakni menghidupkan jiwa korsa. menambah kedisiplinan, efisiensi waktu, dan ujian kesabaran hihi.

Cerita tentang suasana makan siang tsb kami lakukan setelah Shalat Dzuhur yang kemudian disambung materi "Fiqh Muamalah" oleh Ust. M. Zein. Namun sayang materi yang ketjeh abis tsb baru bisa beliau sampaikan sekitar pukul 14:30 wib (belakangan baru diketahui karena ada kemacetan di depan TBN), sehingga sempat terpotong Shalat Ashar. Selain itu, yang disayangkan pula karena posisi duduk kami yang seperti shaf shalat (ikhwan didepan akhwat dibelakangnya) membuat kami para akhwat tidak leluasa menyimak materi.

Materi yang Ust. M. Zein sampaikan antara lain: Segala sesuatu pada prinsipnya boleh sampai ada dalil yang mengharamkan; Allah halalkan jual beli dan haramkan riba (Q.S. 2:275); Bisnis online jika tidak ada unsur riba, tidak ada yang di zhalimi maka diperbolehkan; Beda riba dengan halal dapat dilihat dari sesi akadnya. Dsb.

Setelah materi Fiqh Muamalah, kemudian kami dibagi menjadi 2 bagian untuk menyimak materi make over. Ikhwan tetap berada di aula utama, sementara akhwat menuju aula dekat kolam renang. Materi ini dibawakan oleh Miss Ly dengan judul "Ladies Personal Care".



Isi materi yang beliau sampaikan salah satunya adalah tentang bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan sebagai bentuk syukur, antara lain dengan: Menjaga pola makan dan minum; Menjaga kebersihan; Mandi; Menjaga kebersihan mulut dan gigi; Merawat rambut; Tidak tabarruj dan berlebihan dalam berhias.

Tiba saatnya untuk maghrib dan....dinnerrrrrrrr…yee alhamdulillah. Btw panitia seperti bingung antara ada atau tidak-nya ta’jil, ya sudahlah gak terlalu penting juga buat saya, ada air mineral segelas sudah cukup (Alhamdulillah), tapi kalau ada lebih ya nggak nola-klah hehehe. Untuk dinner pertama ini ekspektasi saya dan teman-teman terrrrrrlalu tinggi…eaaaaa...karena ketika kami datang ke tempat makan sudah tersedia prasmanan, yang kami kira disediakan untuk kami..hihi ternyata salah saudara-saudara..itu buat santri.. kita mah alhamdulillah tetap makan nasi bungkus dengan satu jenis sayur dan satu jenis lauk (mantapz, teladan sahabat Umar ini!).

Selain itu, panitia juga menyiapkan teh manis hangat yang sepertinya memang disediakan untuk yang berbuka puasa, namun mungkin karena koordinasi yang kurang baik justru kebanyakan yang ambil malah yang tidak berpuasa. Tapi sih klo saya kebagian, kebetulan dapat sisa-an (hahaha coz gak ada yang mau ambil lagi sepertinya)..karena setelah teman-teman lainnya selesai dan keadaan tenang barulah saya, Boss Rahayu dan Boss Farida ambil makanan dan minumannya. Alhamdulillah kami makan malam dengan tenang dan khusyu.




Kemudian kami kembali lagi ke villa untuk bersih-bersih dan persiapan shalat Isya juga menerima materi dari Mr. Joss. Isi materi yang beliau sampaikan antara lain: Ikhlas itu berkualitas, ikhlas dan berkualitas pasti berbalas; Belajar disiplin waktu dimulai dari Shalat Subuh; Hargai setiap waktu yang kita miliki jangan sampai terbuang percuma. Materi yang beliau sampaikan saat ini saya yakin banyak yang merasa jleb termasuk saya, tapi terutama ikhwannya sepertinya karena beliau lebih menitikberatkan memang bagaimana seharusnya menjadi seorang Ikhwan--seorang Laki.
Setelah materi Mr. Joss dilanjutkan sharing masing-masing kelompok dengan fasilitatornya dan kemudian pembuatan yel-yel kelompok. Berikut yel-yel kelompok yang berhasil kami buat di injury time:

Yel-Yel Umar ‘40
#
Misi-permisi kami mau lewaat
Umar ’40 mo jadi pengusaha
100 Juta kecil
1 Milyar kurang
1 Trilyun itu yang kami kejar
#
Umar Usman >>> JAYA
Umar Usman >>> JAYA
Umar Usman – Umar Usman >>> JAYA-JAYA
#
Siapa kita ???
Biasa-biasa saja tapi MANTAP >>> YESS!!!
#
UMAR ‘40
S_O_L_I_D >>> SOLID

Kami-pun kemudian kembali ke kamar masing-masing menuju pulau kapuk dengan berbagai keseruan ribut sebelum tidur..haha..skip-skip..kalau nggak rempong bukan akhwat namanya..bukan wanita..eaaa.

26 September 2017



Dibangunkan oleh para fasilitator sekitar pukul 03:30 wib sepertinya, kami bersiap untuk ke Aula shalat Tahajud, Subuh dan Murajaah surat Ar-Rahman. Setelahnya kembali ke Villa untuk persiapan Outbond. Yang uniknya ada sesi pengujian kostum Outbond oleh para fasilitator, terutama bagi yang tidak menggunakan rok ataupun rok-celana, dan…nggak sedikit yang ‘ngedumel’ tapi alhamdulillah tetap sami’na waato’na. Jadi, kalau dirasa celana dan atau bajunya ‘ngepass’ ataupun ‘ngetat’ di badan yaa disuruh ganti (serius gw suka gaya loe fasil..TOP!)

Dalam outbond kami bersaing dengan semua kelompok, tapi kami diistilahkan memiliki saingan abadi selama Outbond, yakni kelompok Umar 39 yang kalau tidak salah diketuai oleh Boss Ino. Jenis permainan Outbond yang kami lakukan antara lain:

Blind Walk ~
Spider Web ~
Dance Stick ~
The Robots ~
Water Transfer ~
Get a Target ~
Where my position ~
Water bomb ~

Prinsipnya semua permainan outbond kelompok itu sama, yakni mengenal masing-masing karakter anggota tim, menumbuhkan rasa persaudaraan dan kerjasama, menimbulkan rasa kepercayaan dan kepekaan, membangkitkan daya juang dan semangat rela berkorban.

Dari semua permainan kelompok yang kami lakukan The Robots adalah juaranya. Benar-benar semua kebermanfaatan permainan seperti yang saya sebutkan dalam paragraf sebelumnya terasa didada. Love U all guys coz Allah..yeah kita memang tidak kompak..tapi kita SOLID..Umar ’40.



Selepas Outbond kami rapi-rapi bersih-bersih untuk persiapan Dzuhur dan materi singkat tapi jleb (lagi) dari Mr. Joss, diantara point-point pentingnya yang teringat antara lain: Untuk akhwat jika ingin membuat produk, buatlah yang berbasis keakhwatan dan berbasis rumah; Jika akhwat sudah berusaha berbisnis namun tidak berhasil, yaa sudah tidak perlu ‘ngoyo’, selama belum menikah seorang akhwat masih dalam tangungan bapaknya tanggungan orang tua dan mahromnya, sementara jika sudah menikah maka kan berpindah kepada suaminya; Ikhwan harusnya bersyukur jika memiliki istri matre karena itu sebagai cambukan agar kalian dapat lebih giat berbisnis dan berdo’a.

Materi berikutnya dilanjutkan oleh Mr.Wendi Abdillah dengan judul “Hypnoselling I Believe”. Antara lain membahas mengenai: Kenapa produk kita tidak laku?; Teknik Pacing (posisi duduk, intonasi, konten); 7 effects (time, position, dress, partner, yes, wow, don’t); Merubah penolakan jadi pemasukan; dan Pre Closed Question.

Setelah kedua materi tsb dilanjutkan dengan Shalat Ashar, membahas performance batch #5, bersih-bersih dan kemudian lanjut Shalat Maghrib yang dijamak dengan Shalat Isya (Akhirnya memutuskan menjamak Shalat terutama karena ketidaktersediaan air bersih). Kegiatan selanjutnya kami dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok yang pertama bermain games simulator bisnis dan kelompok yang kedua menonton film inpiratif pengusaha “JOY”



Film “JOY” ini asli keren abis terlepas dari di sensornya beberapa adegan yang menurut pihak Kampus tidak relevan untuk ditampilkan. Menceritakan tentang JOY seorang single mother yang harus membesarkan kedua anaknya dan juga ‘mengasuh’ ibu kandungnya, suami yang telah diceraikannya, dan ayah-nya yang juga telah bercerai dari ibunya.

Bermodal krayon anaknya, JOY merancang desain kain pel-nya yang inovatif “Miracle Mop”. Inovatif-nya karena kain pel tsb bisa digunakan tanpa perlu memeras dengan tangan dan apabila kotor, untuk membersihkannya cukup kain pel-nya di copot dari gagangnya dan dimasukkan ke dalam mesin cuci. Praktis!

Poin pentingnya adalah perjuangan jatuh-bangun-nya JOY melakukan produksi dan pemasaran produknya, hutang yang bertumpuk, bahkan sebuah pengkhianatan. Hingga pada akhirnya dengan segala ketekunan, kecerdasan, dan kesabarannya dia mampu bangkit dan menggapai tangga kesuksesan serta sebagai pembawa kesuksesan juga pada orang lain disekitarnya.

Sementara untuk Simulator Bisnis sebenarnya saya cukup paham alurnya, hanya saja otak saya kok rasanya tiba-tiba melamban saat itu untuk dipaksa berfikir (hah alasan!). Jadilah saya sebagai penonton yang baik. Astaghfirullah…ckckckck.. Tapi tetap dong ada pembelajaran yang dapat saya ambil, terkait kerja sama tim pastinya, penempatan dan pendelegasian yang tepat, perhitungkan terhadap segala macam kemungkinan, tidak menempatkan harta di satu tempat, dan miliki hubungan baik dengan setiap orang, lembaga, ataupun perusahaan.



Kami-pun kemudian dikumpulkan kembali dalam satu ruangan…dan persidangan percydukan-pun dimulai, beberapa tertangkap tangan dan terdeteksi merokok yang ancamannya adalah SP 2 (Keren nih peraturan! Dan semoga ini benar-benar konsisten dijalankan oleh pihak Kampus).

Miris??? pastilah..Ternyata banyak sekali banci disini. Maafkan kalau diksi yang saya pilih kasar, karena saya sangat-sangat-sangat-amat sangat benci yang namanya rokok. Bagi saya pribadi mereka yang merokok tidak ubahnya seorang BANCI. Kalau mereka saja tidak sayang sama diri sendiri, bagaimana mereka mau sayang dengan anak dan istri. So ladies, sebelum kau putuskan terima pinangan seseorang pastikan bahwa dia sudah bersih dari hal-hal negatif seperti rokok, minuman keras, dan judi. Baiknya pilih yang mampu jaga Shalat Subuh-nya di masjid, kalau yang ini saja sudah mampu dia jaga apalagi untuk menjaga diri dan anak kalian nanti..eaaaaa…(Lahh jadi ngalor-ngidul pembahasannya saking gemesnya).

27 September 2017

Rasanya sudah lewat pukul 00:00 wib ketika kami masih berada di Aula dan menunggu kejujuran teman-teman batch #5 yang tercyduk merokok (huwaaa rasa-nya kok kesel yaa hari gini masih ada yang doyan rokok, situ banci hah hah hah???). Dan ternyata jumlahnya..entahlah..mata saya sudah 5 watt..yang jelas satu shaf selebar aula terpenuhi oleh mereka. Hingga akhirnya sekitar pukul 01.30 wib (info dari salah satu fasil) kami baru dipersilahkan kembali ke kamar untuk beristirahat.

Bisa tidur? Harus bisa..yaa minimal merem-lah secara ini bagian bawah mata yang memang sudah hitam bisa-bisa tambah lagi dah panda-nya esok pagi. Klo nggak salah karena kekecewaan fasil dan tim akademik kami akhirnya diminta mandiri oleh mereka sampai kegiatan sarapan esok hari. Boss Rahayu dititipi sebuah jam tangan untuk mengatur gerak langkah kami mengikuti rundown yang ada.

Pukul 03:30 wib kami bangun dan bersiap ke Aula untuk Tahajud, Tilawah, dan shalat Subuh, ada juga yang sebagian sudah mandi. Sampai di Aula hampir jam 04:00 wib..dan Ikhwannya musti di ‘gedor-gedor’ dulu untuk bangkit salah satunya agar bisa jadi Imam. Kalau diamati, sepertinya mereka tengah nunggu Boss Mukhlis (suaminya Boss Lusi) yang jadi Imam, makanya pada nggak ada yang maju tapi alhamdulillah setelah menunggu beberapa menit akhirnya ada yang maju juga.

Berada di shaf akhwat tentunya saya tidak mengetahui pasti Boss siapa yang jadi Imam, meski belum sebaik Boss Mukhlis dari sisi tahsin dan tajwidnya tapi keberaniannya maju sebagai Imam patut diberikan apresiasi tersendiri, karena saya yakin banyak yang lebih fasih dari beliau..tapi..tapi..yaa gitu deh yaa…(silahkan disimpulkan sendiri)

Setelah Tahajud, Subuh dan Tilawah..mata benar-benar tak bersahabat. Di pimpin oleh Boss Rofi, dia memandu teman-teman untuk persiapan performance batch #5 sore nanti. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bersih-bersih, olahraga, sarapan, dan games business challenge, nah ini yang paling ditunggu-tunggu oleh semua sepertinya.



Masing-masing kelompok dibagi menjadi 3 kelompok kecil. Begitupun dengan kelompok kami Umar ’40. Kelompok pertama ada Boss Ilham, Boss Fadli, Boss Rozi, dan Boss Widy. Kelompok kedua ada Boss Ihsan, Boss Said, Boss Rahayu dan saya. Kelompok ketiga ada Boss Munir, Boss Firas, Boss Fai, dan Boss Dewi. Dengan menaiki angkot dan ‘kalemnya’ kami semua ketika berada didalamnya tanpa terasa kami sudah berada di lokasi sekitar Pasar Cipanas..hahaha dimana ini..belum pernah kesini sama sekali saya..dan setelah berdoa, kami pun memisahkan diri per-kelompok kecil sambil membuat janji pulang ke villa sama-sama lagi (hmmm janjiannya gimana yaa..)

Saya, Boss Rahayu, Boss Ihsan, dan Boss Said kemudian..hmmm..kemudian…haha bingung..mau kemana..yaa sudahlah yaa..jalan aja…jalan terus..yang penting gerak nggak diam..sampai akhirnya kami masuk ke Pasar Cipanas..dan..ternyata itu pasar..masyaallah luar biasa lowongnya haha..dan di luar ternyata tik..tik..tik..hujan mulai turun derasnya..bismillah Yaa Rabb kepojokan sambil shalawat..hiks hiks kali ini saya harus bisa kalahin mental block saya sendiri yang mungkin bagi sebagian orang sesuatu yang simple-sederhana, tapi tidak untuk saya.

Akhirnya saya coba menghampiri mbak-mbak yang sedang berada di sebuah toko untuk bantu jualkan tissunya..dan ternyata di tolak karena dia hanya sebagai penjaga tokonya..ok baiklah..jawaban diterima. Kemudian kami jalan..jalan..dan jalan lagi..sampai akhirnya ada bapak-bapak penjual gorengan yang endess menurut saya, karena besar-besar, bersih, rapi penataannya, dan yang pasti terlihat menggoda selera. Allah yang Maha Menggerakkan Hati, entah bagaimana si Bapak mempercayakan semua barang dagangannya kepada kami untuk dibantu-jualkan dan kami janjikan sekitar Zuhur akan kami kembalikan. Ternyata di sebelah tanpa kami sadari Boss Rahayu sedang melakukan negosiasi juga di Toko Payung.

Deal negosiasi yang terjadi bersamaan akhirnya memisahkan kami untuk menjajakan gorengan dan payung di tengah guyuran hujan yang syahdu, merdu, dan sendu..haiyahh melow sessionnya dimulai. Ahh aku selalu suka dengan hujan…adem..tenang..dingin..dan lembut. Setelah keliling-keliling entah di jalan apa namanya, akhirnya karena keterikatan hati yang sudah terjalin..tsahh…kami saling dipertemukan dan menemukan kembali dengan anggota kelompok yang lain di sebuah SD..dan kami... jualan lagi dong pastinya…Dalam hal ini Boss Rahayu ruarr biasa sabarnya presentasi..limited edition dah pokoknya.



Sampai akhirnya ketika memasuki waktu dzuhur kami bergegas kembali ke pasar mengembalikan barang dagangan kepada si empunya..Hihi profitnya gak seberapa sih kalau dilihat dari nominal, tapi lumayanlah yaa bisa untuk kami berempat pulang dan ditambah membantu kepulangan dua kelompok kecil Umar 40 lainnya, plus jangan lupa sedekahnya guys..jadi yg  tersisa..yaa segitu aja dah pokoknya buat dilaporkan ke kampus…wkwkwkwk. Yang pasti Business Challenge ini benar-benar ruarrrrr biasa, ruarrrrr biasa mengabaikan rasa malu dan yaaa itu sih terutama..huwahhh banget.

Sampai di Kampus kemudian kami Shalat Dzuhur, makan siang dan kembali keAula untuk setiap perwakilan kelompok melaporkan profitnya masing-masing, yang menarik sih waktu ada yang laporan profitnya 1,5 rupiah..wewww usut punya usut penasaran dan kepo, yang dimaksud ternyata Rp 1.500,- eaaa…bisa aja. Ada juga sih yang sampai target. Mantapz!!! Dan moment ini sepertinya harus disudahi ketika memasuki Ashar dan dilanjut dengan materi berikutnya.

Menuju Indonesia Ber-Qur’an” masyaallah mantapz nian judul materinya yang dibawakan oleh Ust. Syaidin. Tapi..tapi..tapi…ngantuk sangat luar biasa..padahal duduknya termasuk di depan dan pinggir tengah lho (posisi favourit), yang ada malah sambil pijet-pijetan sama Boss Farida yang duduk di depan saya dan Boss Ika yang duduk di belakang saya…zzzzzz…jangan di contoh!

Saya baru antusias ketika beliau bahas tentang metode menghapal Qur’an dengan menggunakan metode ritme otak. Weww serupa sepertinya dengan metode yang saya ikuti pelatihannya tanggal 9 September lalu di Hotel Sofyan Inn Tebet. Dan tiba-tiba saya langsung berazzam dalam hati (bukan nazar lho yaa, tapi azzam) semangat jadi pengusaha muslim yang kaya berkah dan berlimpah. Kalau ternyata dalam jangka waktu satu tahun ini belum bisa terpenuhi DNA-nya yuk ahh mondok aja bercinta dengan Al-Qur’an sedalam-dalamnya…….Aamiiinnnnnnn..

Nah..nah..nah..setelah ini acara yang ditunggu-tunggu oleh batch #5 dan para panitia sepertinya. Performance batch #5..asyyyyikkk…dan dari sekian performance yang tampil, jujur saya paling menikmati beatbox yang dibawakan oleh Boss Iqbal dan Boss Ronald..TOP dah!!!



Setelah performance kirain dong yaa akan ada seru-seruan lainnya lagi..tapi saya salah besar ternyata..Kenyataannya ada percydukan lagi..hah lagi??? Ya lagi…et dah..bener-bener banyak yaa Banci di sini..zzzz. Semoga SP2 nya benar-benar diberlakukan dan mereka segera bertobat. OK done! Ooo iya kami juga diminta menandatangani semacam surat komitmen gitu-lah 2 lembar..satu diserahkan ke kampus, satunya lagi kami simpan. Selain itu ada juga pembagian award bulanan..Yeee Boss Rahayu menang..mantapz Boss Barokallah..dan juga Boss-Boss yang lain selamat mempertahankan gelarnya 😉

Tibalah waktu Maghrib dan setelahnya kami packing dan langsung menuju lapangan untuk persiapan pulang dan pengembalian ghanimah haha. Alhamdulillah Hp mati euy..ada powerbank sihh tapi yaa sekarat juga..Sudah yaa cukup sampai disini saja rasanya cerita ini, jangan ditanya bagaimana keadaan saya bersama kelompok Umar ’40 ketika di dalam angkot kembali…zzzz..tetap gokil dan serunya. Sayonara semua 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar