Tahun ini menjadi tahun yang tidak akan saya lupakan
selama hidup, karena di tahun ini saya memutuskan resign sebagai pegawai tetap
dari sebuah Bank BUMN terbesar di Indonesia. Yang menjadi tanda tanya orang
disekeliling saya tentunya adalah, apa yang akan dilakukan setelahnya:
Menikah ? (InsyaAllah kalau sudah waktunya)
Sudah dapat pekerjaan lain ? (Saya
bosan jadi pegawai)
Lanjut kuliah S2 ? (Belum terpikir
untuk saat ini)
Dan yang membuat mereka tercengang adalah ketika saya
katakan bahwa saya akan kuliah kembali tapi bukan S2 melainkan D1. Lalu
muncullah lagi pertanyaan selanjutnya:
Kenapa harus D1, turun grade dong?
Kenapa nggak ambil S2 sekalian aja
sih, sayangkan waktu dan biayanya?
Pada titik ini saya bersyukur menjadi orang Indonesia
dimana satu sama lain saling memberi perhatian atas keadaan sekitarnya, asal
jangan berlebihan saja perhatiannyan atau yang biasa kita kenal dengan istilah kepo. Dan melalui blog ini, saya coba jabarkan sedikit alasannya:
D1 yang saya ambil tidak sembarang
D1, melainkan ini adalah D1 bisnis dengan biaya termahal di Indonesia menurut
salah satu inisiatornya. Tentu harga tak akan membohongi kualitas (silahkan
disimak di tulisan-tulisan saya berikutnya).
Kalau saya ambil S2 saya bingung apa yang akan saya lakukan setelah lulus nanti, karena saya sudah bosan
menjadi pegawai. Namun, saya tetap menjadi ingin pribadi yang bermanfaat bagi
diri dan orang banyak.
So, InsyaAllah keputusan terbesar yang saya ambil di
tahun ini adalah keputusan terbaik untuk mendapatkan keridhoan dan keberkahan
dari-Nya. Mengutip kalimat dari Bang Ippho Santosa bahwa sebaik-baik Visi
adalah bertemu Allah SWT dan insyaAllah ini adalah salah satu kendaraan terbaik
untuk menggapai Visi tersebut.
Segala sesuatu di dunia ini sudah tertulis di dalam
Lauh Mahfuz dan saya yakin ini adalah takdirnya. Sejak kuliah S1 dulu saya ingin sekali
menjadi bagian dari Media Republika dan Dompet Dhuafa. Namun karena satu dan lain hal tidak juga terpenuhi hingga Alhamdulillah meski
lambat saya berhasil masuk didalamnya, karena Dompet Dhuafa lahir dari
kesholehannya para karyawan Media Republika, sedangkan Dompet Dhuafa sebagai
rahim dari lahirnya “Kampus Bisnis Umar
Usman”.
Alhamdulillah perkuliahan tahun ini di mulai pada hari
Senin 4 September 2017 yang masih merupakan Hari Tasyrik, karena di hari Jum’at
1 September 2017 Umat Islam baru saja merayakan Hari Raya Idul Adha 1438H. Pun
tanggal 4 September 2017 adalah selang waktu satu pekan TMT saya resign dari kantor setelah
pengajuan lebih dari 2 bulan yang lalu. Dan kini saya memasuki babak baru; New
Life New Beginning at Umar Usman Business School sebagai Batch yang ke-5 (Lima) dengan jumlah mahasiswa lebih
dari 200 orang. Allahu Akbar!!!
So,
Apa sih Kampus Bisnis Umar Usman itu?
Silahkan buat yang masih penasaran bisa langsung
kunjungi website resminya di www.sekolahumarusman.com
Seperti kampus lain yang mengadakan orientasi kampus
kepada mahasiswanya, begitupun dengan Kampus
Bisnis Umar Usman. Namun berbeda istilah yang digunakan, disini dikenal
dengan istilah Matrikulasi yang berlangsung kurang lebih 1 bulan (Senin-Rabu
setiap pekannya). Pengisi materi-pun adalah orang-orang yang ahli dibidangnya
dengan berbagai kisah inspiratif yang selalu membuat saya dan rekan bersemangat
mengikuti kegiatan matrikulasi ini.
Ilmu itu hanya akan bermanfaat apabila dikembangkan,
disebarluaskan, dan dibagikan. Merugi tentunya bagi saya apabila dahsyatnya
kegiatan Matrikulasi hanya saya pendam dalam memori alam bawah sadar. Jadi mari
sama-sama kita belajar dan berbagi!
Sebelum memasuki ruang perkuliahan sudah menjadi
‘tradisi’ di Kampus Bisnis Umar Usman untuk
lakukan dhuha terlebih dahulu yang dilanjutkan dengan pembacaan surat Ar-Rahman
bersama-sama yang di pimpin oleh seorang fasilitator. Kemudian membaca peraturan kampus bersama dan yel-yel penyemangat.
Posisi menentukan prestasi – Datang lebih awal untuk dapatkan
posisi terbaik menjadi sebuah keharusan tidak peduli siapa teman disebelahnya dan
tidak perlu dengan istilah tag-tag-an,
semuanya teman semuanya saudara :)
Matrikulasi
Hari Pertama ~ Umar
Usman Introduce (by Management Team) ~
Ibarat pepatah lama Tak kenal Maka Tak Sayang, pada sesi ini kami Batch 5 diperkenalkan
dengan Tim Manajemen Kampus yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Tim Akademik, Tim Public Relations dan Tim Operasional serta tak lupa para fasilitator Kampus Bisnis Umar Usman. Kesemua
mereka ini kami panggil dengan sapaan Mr/Mrs,
dengan nickname-nya yang OK banget!
Jika di kampus lain biasanya sapaan kita ke rekan
seangkatan hanya panggil nama atau dengan sapaan hormat/akrab seperti abang,
mas, mbak, kakak. Berbeda dengan di Kampus Bisnis Umar Usman kami memanggil masing-masing dengan sapaan Boss, bahkan
sapaan tersebut sudah mulai diperkenalkan sejak kami mulai proses pendaftaran.
Mungkin ada yang penasaran kenapa sih harus pakai istilah Mr/Mrs dan Boss???
Jawabannya singkatnya adalah Do’a. Seperti umum kita ketahui bahwa Mr/Mrs biasa
dipergunakan dalam percakapan kepada “Bule” yang notabene-nya dalam masyarakat kita dianggap sebagai seorang yang
memiliki strata atas dengan kemapanan tinggi. Sementara Boss tentu saja karena
harapan kedepannya kita akan menjadi seorang Boss yang memimpin suatu
perusahaan dengan omset tinggi dan penuh keberkahan. Aamiin!!!
Matrikulasi Hari Ketiga ~ Deep Sharing Kelompok (by Fasilitator)
Ada yang bilang "Life begin 40". Dan begitupun dengan saat ini di sini, saya masuk ke dalam kelompok Umar 40 yang terdiri atas 8 orang Ikhwan dan 4 orang akhwat dengan Mr Rafly sebagai fasilitatornya yang merupakan alumni Batch ke-4 (empat). Semoga bisa saling mendukung dan bekerjasama dengan baik menciptakan kemanfaatan dan keberkahan bagi semesta. Aamiin ;)
Ini dia yang paling ditunggu-tunggu oleh kami semua
sejak jadwal matrikulasi keluar. Mas Ippho Santosa yang memang menjadi magnet
tersendiri bagi sebagian besar mahasiswa untuk berkuliah di Kampus Bisnis Umar Usman. Seorang pengusaha, motivator,
penulis dan berbagai peran lain didalam kehidupannya yang akhirnya menjadi role model generasi muda saat ini.
Matrikulasi Mas Ippho Santosa diawali dengan
mengingatkan kembali kepada sosok Nabi Muhammad SAW dengan berbagai peran
dikehidupannya yang merupakan suri tauladan terbaik bagi umat manusia. Pun
bahwa kepemipinan yang hebat adalah ketika cara memimpinnya bisa diduplikasi
oleh orang lain dan setelah pemimpin tsb tiada pengaruhnya masih terasa dan
justru semakin membesar.
Selain itu yang masih teringat adalah ketika
penyampaian beliau bahwa alasan pemilihan nama Kampus Bisnis Umar Usman jelas mengacu kepada dua sosok Entrepreneur terbaik sepanjang sejarah
yakni Sahabat Umar bin Khattab dan Usman bin Affan. Spirit yang akhirnya lahir dari
kedua sosok tsb yakni Itqan (teliti), Ikram (memuliakan orang lain),dan Ittihad (bersama-sama).
Di jadwal Matrikulasi yang kami terima, pada hari
kedua tidak tercantum bahwa Bapak Parni Hadi selaku Ketua Pembina Dompet Dhuafa
dan Ketua Pembina Umar Usman akan hadir memberi tausiyah singkatnya dengan
dimoderatori oleh Mr Henz selaku Rektor Kampus Bisnis Umar Usman.
Menjadi sebuah keberuntungan tentunya bagi kami
ketika sebelum Matrikulasi, fasilitator menginformasikan bahwa beliau akan
hadir. Dan saat beliau hadir dengan gaya nyentrik-nya
fokus kami-pun seolah tersihir. Arah mata dan tubuh kami lurus menatap beliau
yang penuh semangat berapi-api,
"Close your eyes and you see more..Close your mouth and you speak more..your ears and you listen more"
"I am 69 years old but my spirit 29 years old", He is sayed..
"I am 69 years old but my spirit 29 years old", He is sayed..
Gemuruh tepuk-tangan-pun nampak riuh seketika tanpa
perlu aba-aba.
Dan ketika beliau meminta pada kami untuk pejamkan
mata sambil bergumam “Menjadi seorang pengusaha adalah profesi yang mulia”
semakin meneguhkan spirit perjuangan kami untuk menjadi Pengusaha Muslim Muda
yang Tangguh dan Berkarakter. Aamiin!!!
Setelah Bapak Parni Hadi materi selanjutnya oleh
Bapak Ismail A. Said selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika.
Menariknya ketika beliau memperkenalkan diri sebagai seorang mantan Bankir (Give me five pak :D).
Spirit utama yang saya ingat ketika beliau sampaikan
materi adalah ketika usaha beliau agar Dompet Dhuafa memiliki sebuah gedung di
usia yang akan memasuki usia 20 tahun. Tanpa bernegosiasi panjang lebar ketika
pemilik gedung menyatakan bahwa gedung akan dijual dengan harga Rp.35.000.000.000,- beliau langsung mengiyakan yang akhirnya membuat semua
tercengang.
Ternyata cerita tak berhenti sampai disitu, bahwa
kemudian beliau katakan, “Lantas berapa Milyar yang akan anda wakafkan kepada
Dompet Dhuafa?”. Singkat cerita disepakatilah bahwa harga yang harus dibayarkan
setelah wakaf adalah Rp.25.250.000.000,- Allahu Akbar!!! Bernegosiasi itu
penting, tapi saling menjaga kehormatan seorang Muslim juga penting disinilah
pembelajarannya.
Matrikulasi Hari Kedua ~ My
Star Business (by Andreas Sanjaya) ~
Muda, Semangat dan Berprestasi adalah
gambaran singkat dari sosok seorang Andreas Wijaya yang lebih senang dipanggil
dengan “Mas Jay”. Membaca profilnya yang tampil di layar sungguh rasa takjub
dengan segala perjuangan jatuh-bangun di masa mudanya dengan pencapaian Luar
Biasanya saat ini.
Bisnis yang beliau jalankan basisnya
adalah Startup atau aplikasi pada
android.Baginya bisnis tidak sekedar
mencari keuntungan semata tapi juga harus menebar kebaikan dan menghasilkan
keberkahan.
Diawali dari sebuah kamar kos dengan
empat karyawannya beliau memulai usahanya tsb sejak disemester 2 kuliahnya
dibawah naungan benderanya yakni PT Badr Interactive yang pada tahun 2013
sempat tercatat sebagai 20 besar perusahaan teknologi terbaik. IGrow, Learn Quran, Yawme, Urban Qurban
dan Teman Bisnis yang akan segera release adalah beberapa aplikasi berbasis
android yang berhasil beliau kembangkan.
Pastikan memulai hari dengan Tahajud
8 rakaat, Shalat subuh tepat waktu dan menyelesaikan 1 juznya menjadi rutinitas
tersendiri sebagai amalan yaumiyah-nya.
Bahwa jika ingin beristirahat bukanlah dunia sebagai tempatnya, nanti di syurga
akan terasa nikamat dengan segala kenikmatannya.
Pembelajaran terkait karakter selalu memiliki tempat
tersendiri di hati saya, menarik! Karena sejatinya kita butuh waktu hampir
sepanjang usia untuk mengenali diri kita sendiri, sementara kita (baca:
manusia) adalah makhluk sosial yang setiap harinya butuh berinteraksi satu sama
lain dengan karakteristik yang berbeda-beda.
Materi Detect
Character kali ini diisi oleh Ibu Dina Kamilla, Psi. Pada salah satu sesi
beliau menyebutkan empat nama hewan, yakni Singa, Lumba-lumba, Panda, dan
Kelinci. Beliau meminta kami untuk memilih salah satu dari ke-empat hewan tsb
yang mewakili kepribadian yang kami miliki.
Seperti tes-tes kepribadian sebelumnya saya selalu
ragu apakah diri saya termasuk Singa atau Lumba-lumba, karena kedua karakter
tsb-lah yang saya rasakan kuat berada dalam diri saya. Sejenak berfikir dan
mengingat-ingat kembali kebiasaan saya sehari-hari, maka saya putuskan
Lumba-lumbalah jenis hewan yang mewakili kepribadian yang saya miliki.
Kenapa harus lumba-lumba akhirnya yang saya pilih?
Karena saya bukan termasuk orang yang berani ambil
resiko tinggi. Iya memang, resiko pasti akan selalu kita temui tapi saya adalah
orang yang perhitungan dalam pengambilan resiko. Saya harus pastikan saya tetap
berada dalam posisi aman. Saya lebih menyukai sesuatu yang bebas dan tidak
terikat, saya suka memasuki lingkungan baru dan berkumpul dengan orang baru.
Selain itu, karena Lumba-lumba itu manis dan humanis.
Menariknya ketika Ibu Dina meminta perwakilan
masing-masing kelompok untuk menyebutkan alasan jenis hewan yang dipilih, dan
saya menyebutkan sesuai apa yang saya uraikan di atas. And you know what? Ibu Dina membenarkan alasan saya, dan
berkali-kali di bahas bahwa memang itulah karakter kepribadian yang diwakili
oleh Lumba-lumba. Yeah I got it
akhirnya saya mulai bisa mengenali diri sendiri.
DISC (Dominant,
Influence, Steadiness, Compliance). Ini adalah test karakter yang saat ini
digunakan oleh Kampus Bisnis Umar Usman bekerjasama dengan Ibu Dina untuk membagi kami ke dalam
kelompok-kelompok kecil dalam proses perkuliahan. Dimana sifat dari Singa
mewakili karakter Dominant, Lumba-lumba
mewakili karakter Influence, Panda
mewakili karakter Steadiness, dan
Kancil mewakili karakter Compliance.
Selesai seminar masih ada hal mengganjal yang saya
ingin tanyakan terkait interaksi diantara keempat kepribadian tsb yang tidak
sempat saya tanyakan karena waktu yang terbatas. Alhamdulillah Ibu Dina tidak
langsung meninggalkan lokasi, beliau jelaskan bahwa dalam suatu kelompok
sebaiknya hanya ada satu Singa, dalam artian satu Leader dengan kepribadian Dominant.
Steadiness adalah jenis kepribadian yang paling bisa dan paling baik ketika
berinteraksi dengan ketiga jenis kepribadian lainnya. Influence dan Compliance memiliki
sifat yang bertolak belakang, lebih besar resiko ketidakcocokan.
Satu hal yang perlu diingat setelah proses tes kepribadian adalah, jangan melabeli diri kita dengan satu kepribadian tertentu, karena bisa jadi sesungguhnya kita (baca:manusia) memiliki semua kepribadian tersebut hanya saja persentasenya yang berbeda-beda. Dan mungkin saja seiring berjalannya waktu dan usia persentase tsb akan mengalami perubahan, maka seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa kita butuh seumur hidup kita untuk mengenali diri kita sendiri.
Satu hal yang perlu diingat setelah proses tes kepribadian adalah, jangan melabeli diri kita dengan satu kepribadian tertentu, karena bisa jadi sesungguhnya kita (baca:manusia) memiliki semua kepribadian tersebut hanya saja persentasenya yang berbeda-beda. Dan mungkin saja seiring berjalannya waktu dan usia persentase tsb akan mengalami perubahan, maka seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa kita butuh seumur hidup kita untuk mengenali diri kita sendiri.
Jiwa kompetisi sejatinya
sudah kita miliki jauh sebelum kita lahir ke dunia. Yakni saat sperma ayah
saling beradu cepat menuju sel telur ibu yang selanjutnya akan terjadi proses
pembuahan hingga melahirkan seorang anak manusia. Setelah lahir, kompetisi-pun
akan semakin banyak dihadapi baik yang datangnya dari diri sendiri, orang lain
maupun lingkungan yang selanjutnya akan membentuk mental dan jiwa kompetisi
tersebut yang entah akan keluar sebagai seorang pemenang atau justru pecundang.
Lebih dari 200 mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman Batch ke-5 (Lima) saat ini yang tercatat, saling
berkompetisi dan bersinergi untuk menunjukkan performance terbaiknya.
Matrikulasi berjamaah sudah kami terima di dua hari sebelumnya, dan saat ini
adalah waktunya kami dibagi perkelompok yang sudah dilakukan pembagiannya
secara adil sesuai hasil tes DISC yang sudah kami lakukan sebelumnya. Entah
bagaimana proporsinya, namun pasti ini adalah yang terbaik utamanya untuk melatih mental dan kepekaan sosial kita.
Terakhir sebelum Berakhir
~~~ Hal yang masih terasa sulit adalah ketika harus menggunakan sepatu heels 5cm, yang akhirnya ketika harus menuju lantai 4 tanpa boleh menggunakan lift maka: Sepatunya ditenteng aja deh yaa (nyekerman) :p
~~~ Akhirul kalam..Sampai bertemu ditulisan berikutnya, keep istiqamah & stay classy :) Umar-Usman >>> Kaya Berkah Berlimpah 💪💪💪













Pengalaman kayaknya kalo nulis,jujurnya berasa jadi enak dibaca
BalasHapusIyalah pengalaman dikejar deadline di UU :D
BalasHapus